Dikatakan, dalam uang NKRI ini ada penguatan unsur pengamaman uang rupiah TE 2016 yang dilakukan untuk meminimalisasi tingkat pemalsuan uang serta mempermudah komunikasi kepada masyarakat.

"Uang NKRI ini memiliki unsur pengamanan Rectoverso (gamnbar saling isi) apabila diterawang membentuk gambar lambang BI. Ini ada isu bahwa lambang palu arit dan itu tidak benar. Selain itu ada isu bahwa uang ini dicetak tidak di Peruri. Saya perlu sampaikan bahwa itu tidak benar, uang NKRI ini dicetak di dalam negeri oleh BUMN Perum Peruri," katanya.

Lebih lanjut soal isu, warna yang mirip dengan mata uang negara lain, Tigor menegaskan, warna mata uang NKRI dengan warna dominan yang sama dengan uang sebelumnya (skema Munsell) , dan yang terakhir, menurut Tigor ada isu soal gambar pahlawan yang digunakan di uang NKRI.

"Penggunaan gambar ini merupakan amanat dari UU No 7 tahun 2011 . Pemilihannya mempertimbangkan keterwakilan daerah, era kepahlawanan dan keterwakilan gender. Jadi tidak sama sekali melihat aspek agama maupun politik," ujarnya.

Sedangkan, uang yang diedarkan oleh BI itu dicetak sesuai kebutuhan dan dalam pencetakan sudah diaudit oleh BPK,sehingga tidak benar jika ada isu yang menyatakan bahwa uang NKRI dicetak tidak sesuai kebutuhan.

Sedangkan soal uang lusuh, ia mengakui, uang lusuh itu akan dikumpulkan oleh BI dan pada saatnya akan dimusnahkan, karena itu dengan dikeluarkannya uang cetakan baru , maka BI terus menukar uang cetakan lama dengan cetakan terbaru.(*)

" />

Dikatakan, dalam uang NKRI ini ada penguatan unsur pengamaman uang rupiah TE 2016 yang dilakukan untuk meminimalisasi tingkat pemalsuan uang serta mempermudah komunikasi kepada masyarakat.

"Uang NKRI ini memiliki unsur pengamanan Rectoverso (gamnbar saling isi) apabila diterawang membentuk gambar lambang BI. Ini ada isu bahwa lambang palu arit dan itu tidak benar. Selain itu ada isu bahwa uang ini dicetak tidak di Peruri. Saya perlu sampaikan bahwa itu tidak benar, uang NKRI ini dicetak di dalam negeri oleh BUMN Perum Peruri," katanya.

Lebih lanjut soal isu, warna yang mirip dengan mata uang negara lain, Tigor menegaskan, warna mata uang NKRI dengan warna dominan yang sama dengan uang sebelumnya (skema Munsell) , dan yang terakhir, menurut Tigor ada isu soal gambar pahlawan yang digunakan di uang NKRI.

"Penggunaan gambar ini merupakan amanat dari UU No 7 tahun 2011 . Pemilihannya mempertimbangkan keterwakilan daerah, era kepahlawanan dan keterwakilan gender. Jadi tidak sama sekali melihat aspek agama maupun politik," ujarnya.

Sedangkan, uang yang diedarkan oleh BI itu dicetak sesuai kebutuhan dan dalam pencetakan sudah diaudit oleh BPK,sehingga tidak benar jika ada isu yang menyatakan bahwa uang NKRI dicetak tidak sesuai kebutuhan.

Sedangkan soal uang lusuh, ia mengakui, uang lusuh itu akan dikumpulkan oleh BI dan pada saatnya akan dimusnahkan, karena itu dengan dikeluarkannya uang cetakan baru , maka BI terus menukar uang cetakan lama dengan cetakan terbaru.(*)

" />

Dikatakan, dalam uang NKRI ini ada penguatan unsur pengamaman uang rupiah TE 2016 yang dilakukan untuk meminimalisasi tingkat pemalsuan uang serta mempermudah komunikasi kepada masyarakat.

"Uang NKRI ini memiliki unsur pengamanan Rectoverso (gamnbar saling isi) apabila diterawang membentuk gambar lambang BI. Ini ada isu bahwa lambang palu arit dan itu tidak benar. Selain itu ada isu bahwa uang ini dicetak tidak di Peruri. Saya perlu sampaikan bahwa itu tidak benar, uang NKRI ini dicetak di dalam negeri oleh BUMN Perum Peruri," katanya.

Lebih lanjut soal isu, warna yang mirip dengan mata uang negara lain, Tigor menegaskan, warna mata uang NKRI dengan warna dominan yang sama dengan uang sebelumnya (skema Munsell) , dan yang terakhir, menurut Tigor ada isu soal gambar pahlawan yang digunakan di uang NKRI.

"Penggunaan gambar ini merupakan amanat dari UU No 7 tahun 2011 . Pemilihannya mempertimbangkan keterwakilan daerah, era kepahlawanan dan keterwakilan gender. Jadi tidak sama sekali melihat aspek agama maupun politik," ujarnya.

Sedangkan, uang yang diedarkan oleh BI itu dicetak sesuai kebutuhan dan dalam pencetakan sudah diaudit oleh BPK,sehingga tidak benar jika ada isu yang menyatakan bahwa uang NKRI dicetak tidak sesuai kebutuhan.

Sedangkan soal uang lusuh, ia mengakui, uang lusuh itu akan dikumpulkan oleh BI dan pada saatnya akan dimusnahkan, karena itu dengan dikeluarkannya uang cetakan baru , maka BI terus menukar uang cetakan lama dengan cetakan terbaru.(*)

" />