Terdapat tiga poin yang ingin disampaikan Aksi Mahasiswa bela rakyat 121 ini kepada pemerintah. Pertama mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP, karena pemerintah menjadikan kenaikan ini sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan pendapat negara yang diambil dari rakyat.

Kedua, mereka menolak tarif listrik bagi pelanggan 900 Volt Ampere (VA) dan pengembalian subsidi kepadal pelanggan listrik 900 VA.

Ketiga, mereka meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan mekanisme penetapan harga BBM ke pemerintah, sehingga tidak disalahgunakannya Perpres No.191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusiab dan harga jual eceran bahan bakar minyak Pasal 14.

Setelah Massa Mahasiswa mengelilingi Tugu Yogyakarta sambil berorator agar suara mereka didengar oleh masyarakat Yogya, mereka akan melanjutkan aksi turun kejalan menuju gedung DPRD DIY di jalan Malioboro.

Keamanan aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Jetis Kompol Harianto Polresta Yogyakarta yang sudah standby dari jam stengah 9 pagi.

Harianto menyebutkan jumlah anggota yang ia kerahkan sebanyak 15 personil yang siap mengamankan aksi tersebut.(*)

" />

Terdapat tiga poin yang ingin disampaikan Aksi Mahasiswa bela rakyat 121 ini kepada pemerintah. Pertama mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP, karena pemerintah menjadikan kenaikan ini sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan pendapat negara yang diambil dari rakyat.

Kedua, mereka menolak tarif listrik bagi pelanggan 900 Volt Ampere (VA) dan pengembalian subsidi kepadal pelanggan listrik 900 VA.

Ketiga, mereka meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan mekanisme penetapan harga BBM ke pemerintah, sehingga tidak disalahgunakannya Perpres No.191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusiab dan harga jual eceran bahan bakar minyak Pasal 14.

Setelah Massa Mahasiswa mengelilingi Tugu Yogyakarta sambil berorator agar suara mereka didengar oleh masyarakat Yogya, mereka akan melanjutkan aksi turun kejalan menuju gedung DPRD DIY di jalan Malioboro.

Keamanan aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Jetis Kompol Harianto Polresta Yogyakarta yang sudah standby dari jam stengah 9 pagi.

Harianto menyebutkan jumlah anggota yang ia kerahkan sebanyak 15 personil yang siap mengamankan aksi tersebut.(*)

" />

Terdapat tiga poin yang ingin disampaikan Aksi Mahasiswa bela rakyat 121 ini kepada pemerintah. Pertama mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP, karena pemerintah menjadikan kenaikan ini sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan pendapat negara yang diambil dari rakyat.

Kedua, mereka menolak tarif listrik bagi pelanggan 900 Volt Ampere (VA) dan pengembalian subsidi kepadal pelanggan listrik 900 VA.

Ketiga, mereka meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan mekanisme penetapan harga BBM ke pemerintah, sehingga tidak disalahgunakannya Perpres No.191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusiab dan harga jual eceran bahan bakar minyak Pasal 14.

Setelah Massa Mahasiswa mengelilingi Tugu Yogyakarta sambil berorator agar suara mereka didengar oleh masyarakat Yogya, mereka akan melanjutkan aksi turun kejalan menuju gedung DPRD DIY di jalan Malioboro.

Keamanan aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Jetis Kompol Harianto Polresta Yogyakarta yang sudah standby dari jam stengah 9 pagi.

Harianto menyebutkan jumlah anggota yang ia kerahkan sebanyak 15 personil yang siap mengamankan aksi tersebut.(*)

" />