Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tieneke Rarung SH ketika dikonfirmasi menyesalkan kondisi itu.

Menurut Rarung, pihaknya kekurangan petugas penyapu jalan, yaitu tersisa dua orang petugas yang menggunakan motor tiga roda.

"Sampah-sampah ini terjadi ketika hujan, masyarakat buang sampah di saluran air. Untuk Dinas Lingkungan Hidup, kekurangan anggaran dari Tenaga Harian Lepas (THL) 101 orang, kini sisa 39 orang. Untuk penyapu jalan dari 40 orang, diganti dengan 2 orang menggunakan motor tiga roda," kata Rarung.

Akibat hal itu, Rarung mengimbau pemerintah di kecamatan, kelurahan dan desa agar kembali memfungsikan program bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat.

"Peran camat menyampaikan ke para hukum tua dan lurah untuk melaksanakan kerja bakti. Camat juga harus keliling-keliling wilayah agar aman dan bersih. Apalagi jelang persiapan penilaian tahap kedua Adipura," ujarnya.

Ia berencana dalam waktu dekat akan memohon kepada Bupati Minut agar dapat menggelar rapat sosialisasi tentang kebersihan.

Begitu juga sampah yang berserakan di sekitar kantor bupati adalag ulah orang tidak bertanggungjawab.

Lihat tayangan video di atas.(*)

" />

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tieneke Rarung SH ketika dikonfirmasi menyesalkan kondisi itu.

Menurut Rarung, pihaknya kekurangan petugas penyapu jalan, yaitu tersisa dua orang petugas yang menggunakan motor tiga roda.

"Sampah-sampah ini terjadi ketika hujan, masyarakat buang sampah di saluran air. Untuk Dinas Lingkungan Hidup, kekurangan anggaran dari Tenaga Harian Lepas (THL) 101 orang, kini sisa 39 orang. Untuk penyapu jalan dari 40 orang, diganti dengan 2 orang menggunakan motor tiga roda," kata Rarung.

Akibat hal itu, Rarung mengimbau pemerintah di kecamatan, kelurahan dan desa agar kembali memfungsikan program bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat.

"Peran camat menyampaikan ke para hukum tua dan lurah untuk melaksanakan kerja bakti. Camat juga harus keliling-keliling wilayah agar aman dan bersih. Apalagi jelang persiapan penilaian tahap kedua Adipura," ujarnya.

Ia berencana dalam waktu dekat akan memohon kepada Bupati Minut agar dapat menggelar rapat sosialisasi tentang kebersihan.

Begitu juga sampah yang berserakan di sekitar kantor bupati adalag ulah orang tidak bertanggungjawab.

Lihat tayangan video di atas.(*)

" />

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tieneke Rarung SH ketika dikonfirmasi menyesalkan kondisi itu.

Menurut Rarung, pihaknya kekurangan petugas penyapu jalan, yaitu tersisa dua orang petugas yang menggunakan motor tiga roda.

"Sampah-sampah ini terjadi ketika hujan, masyarakat buang sampah di saluran air. Untuk Dinas Lingkungan Hidup, kekurangan anggaran dari Tenaga Harian Lepas (THL) 101 orang, kini sisa 39 orang. Untuk penyapu jalan dari 40 orang, diganti dengan 2 orang menggunakan motor tiga roda," kata Rarung.

Akibat hal itu, Rarung mengimbau pemerintah di kecamatan, kelurahan dan desa agar kembali memfungsikan program bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat.

"Peran camat menyampaikan ke para hukum tua dan lurah untuk melaksanakan kerja bakti. Camat juga harus keliling-keliling wilayah agar aman dan bersih. Apalagi jelang persiapan penilaian tahap kedua Adipura," ujarnya.

Ia berencana dalam waktu dekat akan memohon kepada Bupati Minut agar dapat menggelar rapat sosialisasi tentang kebersihan.

Begitu juga sampah yang berserakan di sekitar kantor bupati adalag ulah orang tidak bertanggungjawab.

Lihat tayangan video di atas.(*)

" />