Lantaran tidak ada kepastian mengenai subsidi, para sopir pun enggan masuk atau singgah di Terminal Kilometer 17.

Mereka memilih tetap bertahan di Terminal Kilometer 6 Banjarmasin.

Budi Surya, ketua Dewan Pertimbangan Organda Kilometer 6 Banjarmasin, menjelaskan, hingga kini tak ada kesepakatan dengan pengampu Teminal Kilometer 17 dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

"Beberapa waktu lalu kami sudah memberikan opsi kepada pemerintah, dimana Terminal Kilometer 17 hanya sebagai lintasan. Kami tidak mau kalau direlokasi. Terminal kami tetap di Kilometer 6 Banjarmasin," ujarnya.

Dikatakannya usulan mengenai subsidi solar 25 liter adalah hal wajar.

"Memang masih belum ada pertemuan. Subsidi bisa dilakukan pemerintah untuk sebagai lintasan," ucap Budi.

HM Yusuf Kepala UPTD terminal Kilometer 6 Banjarmasin, menjelaskan pihaknya siap mendukung kelancaran Terminal Kilometer 17.

Namun, sebut dia, harus lebih dulu dipertemukan pihak berkepentingan di dalamnya termasuk organda di kilometer 6 Banjarmasin.

"Dari beberapa kali rapat, tidak ada titik temu dan terkesan dipaksakan. Sampai saat ini trayek yang menuju kilometer 6 hilang. Jadi malah tambah kisruh," ujarnya.

Menurut dia, salah satu cara yang masih memungkinkan bus bisa masuk ke Terminal Kilometer 17 adalah pemberian subsidi ke para sopir bus. Subsidi tidak usah dalam bentuk uang tapi berupa solar.

“Nah, soal subsidi itu, kami masih menunggu jawaban dari Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Seingat dia, rancangan usulan subsidi ke Kemenhub sudah dilakukan.

"Rancangannya, sebanyak 25 liter solar. Kalau masuk ke terminal 17 dapat kupon yang bisa ditukarkan bon. Itu gunanya untuk rangsangan untuk para sopir bus mampir ke terminal tersebut," pungkas Yusuf. (*)

" />

Lantaran tidak ada kepastian mengenai subsidi, para sopir pun enggan masuk atau singgah di Terminal Kilometer 17.

Mereka memilih tetap bertahan di Terminal Kilometer 6 Banjarmasin.

Budi Surya, ketua Dewan Pertimbangan Organda Kilometer 6 Banjarmasin, menjelaskan, hingga kini tak ada kesepakatan dengan pengampu Teminal Kilometer 17 dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

"Beberapa waktu lalu kami sudah memberikan opsi kepada pemerintah, dimana Terminal Kilometer 17 hanya sebagai lintasan. Kami tidak mau kalau direlokasi. Terminal kami tetap di Kilometer 6 Banjarmasin," ujarnya.

Dikatakannya usulan mengenai subsidi solar 25 liter adalah hal wajar.

"Memang masih belum ada pertemuan. Subsidi bisa dilakukan pemerintah untuk sebagai lintasan," ucap Budi.

HM Yusuf Kepala UPTD terminal Kilometer 6 Banjarmasin, menjelaskan pihaknya siap mendukung kelancaran Terminal Kilometer 17.

Namun, sebut dia, harus lebih dulu dipertemukan pihak berkepentingan di dalamnya termasuk organda di kilometer 6 Banjarmasin.

"Dari beberapa kali rapat, tidak ada titik temu dan terkesan dipaksakan. Sampai saat ini trayek yang menuju kilometer 6 hilang. Jadi malah tambah kisruh," ujarnya.

Menurut dia, salah satu cara yang masih memungkinkan bus bisa masuk ke Terminal Kilometer 17 adalah pemberian subsidi ke para sopir bus. Subsidi tidak usah dalam bentuk uang tapi berupa solar.

“Nah, soal subsidi itu, kami masih menunggu jawaban dari Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Seingat dia, rancangan usulan subsidi ke Kemenhub sudah dilakukan.

"Rancangannya, sebanyak 25 liter solar. Kalau masuk ke terminal 17 dapat kupon yang bisa ditukarkan bon. Itu gunanya untuk rangsangan untuk para sopir bus mampir ke terminal tersebut," pungkas Yusuf. (*)

" />

Lantaran tidak ada kepastian mengenai subsidi, para sopir pun enggan masuk atau singgah di Terminal Kilometer 17.

Mereka memilih tetap bertahan di Terminal Kilometer 6 Banjarmasin.

Budi Surya, ketua Dewan Pertimbangan Organda Kilometer 6 Banjarmasin, menjelaskan, hingga kini tak ada kesepakatan dengan pengampu Teminal Kilometer 17 dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

"Beberapa waktu lalu kami sudah memberikan opsi kepada pemerintah, dimana Terminal Kilometer 17 hanya sebagai lintasan. Kami tidak mau kalau direlokasi. Terminal kami tetap di Kilometer 6 Banjarmasin," ujarnya.

Dikatakannya usulan mengenai subsidi solar 25 liter adalah hal wajar.

"Memang masih belum ada pertemuan. Subsidi bisa dilakukan pemerintah untuk sebagai lintasan," ucap Budi.

HM Yusuf Kepala UPTD terminal Kilometer 6 Banjarmasin, menjelaskan pihaknya siap mendukung kelancaran Terminal Kilometer 17.

Namun, sebut dia, harus lebih dulu dipertemukan pihak berkepentingan di dalamnya termasuk organda di kilometer 6 Banjarmasin.

"Dari beberapa kali rapat, tidak ada titik temu dan terkesan dipaksakan. Sampai saat ini trayek yang menuju kilometer 6 hilang. Jadi malah tambah kisruh," ujarnya.

Menurut dia, salah satu cara yang masih memungkinkan bus bisa masuk ke Terminal Kilometer 17 adalah pemberian subsidi ke para sopir bus. Subsidi tidak usah dalam bentuk uang tapi berupa solar.

“Nah, soal subsidi itu, kami masih menunggu jawaban dari Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Seingat dia, rancangan usulan subsidi ke Kemenhub sudah dilakukan.

"Rancangannya, sebanyak 25 liter solar. Kalau masuk ke terminal 17 dapat kupon yang bisa ditukarkan bon. Itu gunanya untuk rangsangan untuk para sopir bus mampir ke terminal tersebut," pungkas Yusuf. (*)

" />