Aksi damai gabungan Mahasiswa itu tertunda dikarenakan hujan deras mengguyuri jalan Abu Bakar Ali, dimana menjadi tempat berkumpulnya para Mahasiswa.

Saat hujan mulai reda, massa Mahasiswa yang sebelumnya sudah berkumpul, memulai aksinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berjalan kaki menuju gedung DPRD DIY di jalan Malioboro sembari menyuarakan aksinya.

Terdapat lima poin yang ingin disampaikan oleh massa Mahasiswa kepada pemerintah, yaitu mencabut peraturan pemerintah No. 60 Tahun 2016 yang sebelumnya menggantikan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak.

Menurut massa Mahasiswa, hal tersebutlah yang menjadikan landasan pemerintah untuk menaikan biaya administrasi penertiban dan perpanjangan STNK, kepemilikan BPKB, dan Penerbitan Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan.

Poin kedua yang ingin disampaikan massa adalah menolak kenaikan harga BBM non subsidi, kemudian meminta kenaikan gaji buruh dan cabut peraturan pemerintah No. 78 Tahun 2015.

Selain itu massa mahasiswa meminta pemerintah mengembalikan pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 31, dan pemerintah harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di negeri ini tanpa ada sikap lempar tanggung jawab antar instansi negara.

Kelima poin tersebutlah yang ingin disuarakan oleh massa Mahasiswa kepada pemerintah, dengan jumlah sekitar 100 orang, terdengar mereka meneriakan yel-yel "DPR kabur, DPR kabur, DPR kabur," ketika sebuah mobil Toyota Harrier hitam melintas di depan massa.

Pengamanan aksi tersebut dipipimpin langsung oleh Mapolresta Yogyakarta. (trs)

" />
Aksi damai gabungan Mahasiswa itu tertunda dikarenakan hujan deras mengguyuri jalan Abu Bakar Ali, dimana menjadi tempat berkumpulnya para Mahasiswa.

Saat hujan mulai reda, massa Mahasiswa yang sebelumnya sudah berkumpul, memulai aksinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berjalan kaki menuju gedung DPRD DIY di jalan Malioboro sembari menyuarakan aksinya.

Terdapat lima poin yang ingin disampaikan oleh massa Mahasiswa kepada pemerintah, yaitu mencabut peraturan pemerintah No. 60 Tahun 2016 yang sebelumnya menggantikan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak.

Menurut massa Mahasiswa, hal tersebutlah yang menjadikan landasan pemerintah untuk menaikan biaya administrasi penertiban dan perpanjangan STNK, kepemilikan BPKB, dan Penerbitan Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan.

Poin kedua yang ingin disampaikan massa adalah menolak kenaikan harga BBM non subsidi, kemudian meminta kenaikan gaji buruh dan cabut peraturan pemerintah No. 78 Tahun 2015.

Selain itu massa mahasiswa meminta pemerintah mengembalikan pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 31, dan pemerintah harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di negeri ini tanpa ada sikap lempar tanggung jawab antar instansi negara.

Kelima poin tersebutlah yang ingin disuarakan oleh massa Mahasiswa kepada pemerintah, dengan jumlah sekitar 100 orang, terdengar mereka meneriakan yel-yel "DPR kabur, DPR kabur, DPR kabur," ketika sebuah mobil Toyota Harrier hitam melintas di depan massa.

Pengamanan aksi tersebut dipipimpin langsung oleh Mapolresta Yogyakarta. (trs)

" />
Aksi damai gabungan Mahasiswa itu tertunda dikarenakan hujan deras mengguyuri jalan Abu Bakar Ali, dimana menjadi tempat berkumpulnya para Mahasiswa.

Saat hujan mulai reda, massa Mahasiswa yang sebelumnya sudah berkumpul, memulai aksinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berjalan kaki menuju gedung DPRD DIY di jalan Malioboro sembari menyuarakan aksinya.

Terdapat lima poin yang ingin disampaikan oleh massa Mahasiswa kepada pemerintah, yaitu mencabut peraturan pemerintah No. 60 Tahun 2016 yang sebelumnya menggantikan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak.

Menurut massa Mahasiswa, hal tersebutlah yang menjadikan landasan pemerintah untuk menaikan biaya administrasi penertiban dan perpanjangan STNK, kepemilikan BPKB, dan Penerbitan Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan.

Poin kedua yang ingin disampaikan massa adalah menolak kenaikan harga BBM non subsidi, kemudian meminta kenaikan gaji buruh dan cabut peraturan pemerintah No. 78 Tahun 2015.

Selain itu massa mahasiswa meminta pemerintah mengembalikan pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 31, dan pemerintah harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di negeri ini tanpa ada sikap lempar tanggung jawab antar instansi negara.

Kelima poin tersebutlah yang ingin disuarakan oleh massa Mahasiswa kepada pemerintah, dengan jumlah sekitar 100 orang, terdengar mereka meneriakan yel-yel "DPR kabur, DPR kabur, DPR kabur," ketika sebuah mobil Toyota Harrier hitam melintas di depan massa.

Pengamanan aksi tersebut dipipimpin langsung oleh Mapolresta Yogyakarta. (trs)

" />