Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Rahmadhani

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Bagi sebagian kalangan, bisa jadi masih ingat dengan keluarga yang tinggal di Gang Merdeka Jalan Kinibalu RT 22 Antasan Besar Banjarmasin Tengah ini.

Mereka adalah tiga saudara Suri (24), Jumri (20) dan Bn (15).

Sekitar dua tahun lalu, ketiganya sempat membuat heboh Kota Banjarmasin kala dibawa 'paksa' ke RSJ Sambang Lihum oleh Pemko Banjarmasin.

Ketiganya merupakan satu keluarga pengidap gangguan kejiwaan.

Kali ini, Jumri yang membuat kisah.

Masih di tempat yang sama, sejak sekitar dua minggu belakangan. Jumri terpaksa dirantai di dalam rumah oleh sang ibu, Idawati.

Kaki Jumri dirantai di ban sepeda di dalam rumah sederhana yang ditinggali keluarga tersebut.

Tak banyak yang dilakukan Jumri. Dengan kaki dirantai, keseharian Jumri hanya diisi dengan tidur dan makan.

Badannya kurus dan tak terawat. Bahkan saat ditemui, dia hanya mengenakan kaus tanpa celana.

"Dia sempat berjalan-jalan jauh sekali sampai hampir hilang. Sudah beberapa kali kejadian hilang, makanya saya rantai," terang Idawati, sang ibu.

Jumri merupakan anak terakhir dari delapan bersaudara pasangan Idawati dan Totok.

Suri, saudara yang lebih tua nasibnya tak jauh beda.

Masih hilang ingatan dan tinggal di sebuah gubuk kecil di belakang rumah yang ditinggali keluarga ini.(*)

" />

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Rahmadhani

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Bagi sebagian kalangan, bisa jadi masih ingat dengan keluarga yang tinggal di Gang Merdeka Jalan Kinibalu RT 22 Antasan Besar Banjarmasin Tengah ini.

Mereka adalah tiga saudara Suri (24), Jumri (20) dan Bn (15).

Sekitar dua tahun lalu, ketiganya sempat membuat heboh Kota Banjarmasin kala dibawa 'paksa' ke RSJ Sambang Lihum oleh Pemko Banjarmasin.

Ketiganya merupakan satu keluarga pengidap gangguan kejiwaan.

Kali ini, Jumri yang membuat kisah.

Masih di tempat yang sama, sejak sekitar dua minggu belakangan. Jumri terpaksa dirantai di dalam rumah oleh sang ibu, Idawati.

Kaki Jumri dirantai di ban sepeda di dalam rumah sederhana yang ditinggali keluarga tersebut.

Tak banyak yang dilakukan Jumri. Dengan kaki dirantai, keseharian Jumri hanya diisi dengan tidur dan makan.

Badannya kurus dan tak terawat. Bahkan saat ditemui, dia hanya mengenakan kaus tanpa celana.

"Dia sempat berjalan-jalan jauh sekali sampai hampir hilang. Sudah beberapa kali kejadian hilang, makanya saya rantai," terang Idawati, sang ibu.

Jumri merupakan anak terakhir dari delapan bersaudara pasangan Idawati dan Totok.

Suri, saudara yang lebih tua nasibnya tak jauh beda.

Masih hilang ingatan dan tinggal di sebuah gubuk kecil di belakang rumah yang ditinggali keluarga ini.(*)

" />

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Rahmadhani

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Bagi sebagian kalangan, bisa jadi masih ingat dengan keluarga yang tinggal di Gang Merdeka Jalan Kinibalu RT 22 Antasan Besar Banjarmasin Tengah ini.

Mereka adalah tiga saudara Suri (24), Jumri (20) dan Bn (15).

Sekitar dua tahun lalu, ketiganya sempat membuat heboh Kota Banjarmasin kala dibawa 'paksa' ke RSJ Sambang Lihum oleh Pemko Banjarmasin.

Ketiganya merupakan satu keluarga pengidap gangguan kejiwaan.

Kali ini, Jumri yang membuat kisah.

Masih di tempat yang sama, sejak sekitar dua minggu belakangan. Jumri terpaksa dirantai di dalam rumah oleh sang ibu, Idawati.

Kaki Jumri dirantai di ban sepeda di dalam rumah sederhana yang ditinggali keluarga tersebut.

Tak banyak yang dilakukan Jumri. Dengan kaki dirantai, keseharian Jumri hanya diisi dengan tidur dan makan.

Badannya kurus dan tak terawat. Bahkan saat ditemui, dia hanya mengenakan kaus tanpa celana.

"Dia sempat berjalan-jalan jauh sekali sampai hampir hilang. Sudah beberapa kali kejadian hilang, makanya saya rantai," terang Idawati, sang ibu.

Jumri merupakan anak terakhir dari delapan bersaudara pasangan Idawati dan Totok.

Suri, saudara yang lebih tua nasibnya tak jauh beda.

Masih hilang ingatan dan tinggal di sebuah gubuk kecil di belakang rumah yang ditinggali keluarga ini.(*)

" />