Menurut Abdul Rahman, puluhan wanita tersebut diduga memiliki pekerjaan sebagai penari, pemandu lagu, hingga pekerja seks komersial (PSK). Saat penangkapan tersebut, Tim Imigrasi menemukan 20 paspor, telepon seluler, dan alat kontrasepsi.

Abdul Rahman mengatakan keduapuluh perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan-dugaan pekerjaan para perempuan tersebut.

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Keimigrasian Klas I Jakarta Barat Benget Steven mengatakan mereka yang bekerja sebagai PSK memasang tarif hingga Rp 5 juta.

"Tarif mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000," kata Benget Steven di tempat yang sama.(*)

" />

Menurut Abdul Rahman, puluhan wanita tersebut diduga memiliki pekerjaan sebagai penari, pemandu lagu, hingga pekerja seks komersial (PSK). Saat penangkapan tersebut, Tim Imigrasi menemukan 20 paspor, telepon seluler, dan alat kontrasepsi.

Abdul Rahman mengatakan keduapuluh perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan-dugaan pekerjaan para perempuan tersebut.

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Keimigrasian Klas I Jakarta Barat Benget Steven mengatakan mereka yang bekerja sebagai PSK memasang tarif hingga Rp 5 juta.

"Tarif mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000," kata Benget Steven di tempat yang sama.(*)

" />

Menurut Abdul Rahman, puluhan wanita tersebut diduga memiliki pekerjaan sebagai penari, pemandu lagu, hingga pekerja seks komersial (PSK). Saat penangkapan tersebut, Tim Imigrasi menemukan 20 paspor, telepon seluler, dan alat kontrasepsi.

Abdul Rahman mengatakan keduapuluh perempuan tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan-dugaan pekerjaan para perempuan tersebut.

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Keimigrasian Klas I Jakarta Barat Benget Steven mengatakan mereka yang bekerja sebagai PSK memasang tarif hingga Rp 5 juta.

"Tarif mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000," kata Benget Steven di tempat yang sama.(*)

" />