Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa mengambil tindakan tegas untuk menertibkan warung remang-remang itu. Jika tidak diberantas pastinya keberadaan warung-warung ini akan merusak semua orang bahkan keberadaanya tak jauh dari pemukiman warga. 

"Pemerintah dan aparat hukum seharusnya bertindak tegas untuk menertibkan keberadaan warung remang-remang itu. Teritama jika malam hari banyak anak-anak muda nongkrong disana. Dan dapat merusak generasi muda," imbuhnya.

Dia menyesalkan tindakan yang pernah dilakukan semisal razia yang terkesan tidak serius. "Ada razia tapi tidak bener, ya tetap saja timbul warung-warung ini. Mereka juga tidak akan kapok soalnya gak ada tindakan tegas," katanya.

Sementara Najib (33), warga Way Halim mengharapkan pemerintah tegas menertibkan warung remang-remang,  termasuk PKL di pinggir Jalan Sultan Agung, yang meresahkan dan mengganggu ketertiban.

 “Kalau mau nertibin yang serius, jangan icak-icak aja, robohin semua, sekalian PKL di pinggir jalan itu karena bikin kumuh kota, jangan  dibiarin terus harus ditindak tegas,” kata dia.

Najib menduga keberadaan warung remang-remang ini memang disengaja karena ada pendapatan yang masuk ke penggelola PKOR. “Mungkin sengaja dibiarin karena ada uang masuk,” kata Najib.

Sementara, Kepala Bapol PP Bandar Lampung Cik Raden menyatakan, selama 2016 pihaknya telah melakukan razia gabungan sebanyak 3 kali. Namun pada razia tersebut belum ada tindakan tegas.

"Razia dahulu kami belum menutup lokasi, hanya memberikan surat teguran dan menyita miras yang ada di lokasi," kata Cik Raden.

Selain menyita miras, pihaknya juga membawa para PSK yang ada dilokasi dan dilakukan pendayaan serta pengarahan.

"PSK kami berikan pengarahan dan didata," tambahnya.(*)

" />

Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa mengambil tindakan tegas untuk menertibkan warung remang-remang itu. Jika tidak diberantas pastinya keberadaan warung-warung ini akan merusak semua orang bahkan keberadaanya tak jauh dari pemukiman warga. 

"Pemerintah dan aparat hukum seharusnya bertindak tegas untuk menertibkan keberadaan warung remang-remang itu. Teritama jika malam hari banyak anak-anak muda nongkrong disana. Dan dapat merusak generasi muda," imbuhnya.

Dia menyesalkan tindakan yang pernah dilakukan semisal razia yang terkesan tidak serius. "Ada razia tapi tidak bener, ya tetap saja timbul warung-warung ini. Mereka juga tidak akan kapok soalnya gak ada tindakan tegas," katanya.

Sementara Najib (33), warga Way Halim mengharapkan pemerintah tegas menertibkan warung remang-remang,  termasuk PKL di pinggir Jalan Sultan Agung, yang meresahkan dan mengganggu ketertiban.

 “Kalau mau nertibin yang serius, jangan icak-icak aja, robohin semua, sekalian PKL di pinggir jalan itu karena bikin kumuh kota, jangan  dibiarin terus harus ditindak tegas,” kata dia.

Najib menduga keberadaan warung remang-remang ini memang disengaja karena ada pendapatan yang masuk ke penggelola PKOR. “Mungkin sengaja dibiarin karena ada uang masuk,” kata Najib.

Sementara, Kepala Bapol PP Bandar Lampung Cik Raden menyatakan, selama 2016 pihaknya telah melakukan razia gabungan sebanyak 3 kali. Namun pada razia tersebut belum ada tindakan tegas.

"Razia dahulu kami belum menutup lokasi, hanya memberikan surat teguran dan menyita miras yang ada di lokasi," kata Cik Raden.

Selain menyita miras, pihaknya juga membawa para PSK yang ada dilokasi dan dilakukan pendayaan serta pengarahan.

"PSK kami berikan pengarahan dan didata," tambahnya.(*)

" />

Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa mengambil tindakan tegas untuk menertibkan warung remang-remang itu. Jika tidak diberantas pastinya keberadaan warung-warung ini akan merusak semua orang bahkan keberadaanya tak jauh dari pemukiman warga. 

"Pemerintah dan aparat hukum seharusnya bertindak tegas untuk menertibkan keberadaan warung remang-remang itu. Teritama jika malam hari banyak anak-anak muda nongkrong disana. Dan dapat merusak generasi muda," imbuhnya.

Dia menyesalkan tindakan yang pernah dilakukan semisal razia yang terkesan tidak serius. "Ada razia tapi tidak bener, ya tetap saja timbul warung-warung ini. Mereka juga tidak akan kapok soalnya gak ada tindakan tegas," katanya.

Sementara Najib (33), warga Way Halim mengharapkan pemerintah tegas menertibkan warung remang-remang,  termasuk PKL di pinggir Jalan Sultan Agung, yang meresahkan dan mengganggu ketertiban.

 “Kalau mau nertibin yang serius, jangan icak-icak aja, robohin semua, sekalian PKL di pinggir jalan itu karena bikin kumuh kota, jangan  dibiarin terus harus ditindak tegas,” kata dia.

Najib menduga keberadaan warung remang-remang ini memang disengaja karena ada pendapatan yang masuk ke penggelola PKOR. “Mungkin sengaja dibiarin karena ada uang masuk,” kata Najib.

Sementara, Kepala Bapol PP Bandar Lampung Cik Raden menyatakan, selama 2016 pihaknya telah melakukan razia gabungan sebanyak 3 kali. Namun pada razia tersebut belum ada tindakan tegas.

"Razia dahulu kami belum menutup lokasi, hanya memberikan surat teguran dan menyita miras yang ada di lokasi," kata Cik Raden.

Selain menyita miras, pihaknya juga membawa para PSK yang ada dilokasi dan dilakukan pendayaan serta pengarahan.

"PSK kami berikan pengarahan dan didata," tambahnya.(*)

" />