Namun diterangkannya Kalsel tidak diserbu seperti yang dibayangkan banyak pihak. "Seperti berita dimedia sosial yang menyebutkan diserbu tenaga kerja asing," kata Antonius Simbolon.

Diterangkannya, TKA di Kalsel rata rata sudah memenuhi kelengkapan izinnya selama di Kalsel."Tapi pengawasan tetap akan kita tingkatkan. Dan 2017 ini kami akan juga lakukan sidak sidak soal TKA yang masuk Kalsel ini. Namun kita akui personil kita kurang, yang ada untuk pengawasan hanya 36 orang saja. Mudahan kedepan 2017 ini kita akan lakukan lagi inspeksi mendadak," kata dia

Tenaga kerja asing yang nakal alias illegal di Kalsel, cukup menurun drastis. Itu terekam dari data yang dihimpun oleh Imigrasi yang berkewenangan memulangkan Warga Negara Asing (WNA) ke daerah asalnya.

Bahkan dari rekap tahun ini Imgrasi kelas 1 Banjarmasin hanya memulangkan satu orang saja.

"Detailnya iru yakni HO SIU HANG Warga negara Cina / Hongkong SAR. Dia terpaksa dideportasi pada pertengahan tahun ini karena main selonong tanpa melapor identitas ke Imigrasi, " kata Mulyadi, Kasi Pengawasan dan Pendindakan pada Imigrasi kelas 1 Banjarmasin.

Dikatakan dia, data itu jauh turun drastis jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Dimana Kantor Imigrasi Banjarmasin pada Tahun 2014 memulangkan sebanyak 14 Orang, dan di Tahun 2015 sebanyak 89 orang yang dideportasi.

"Ini kami menyakini kalau sidak pasca Menteri naker ke Kalsel dan menemukan banyak pelanggaran TKA. Syukurlah dengan adanya itu imbasnya banyak TKA yang sudah taat aturan, " kata dia. (Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

" />

Namun diterangkannya Kalsel tidak diserbu seperti yang dibayangkan banyak pihak. "Seperti berita dimedia sosial yang menyebutkan diserbu tenaga kerja asing," kata Antonius Simbolon.

Diterangkannya, TKA di Kalsel rata rata sudah memenuhi kelengkapan izinnya selama di Kalsel."Tapi pengawasan tetap akan kita tingkatkan. Dan 2017 ini kami akan juga lakukan sidak sidak soal TKA yang masuk Kalsel ini. Namun kita akui personil kita kurang, yang ada untuk pengawasan hanya 36 orang saja. Mudahan kedepan 2017 ini kita akan lakukan lagi inspeksi mendadak," kata dia

Tenaga kerja asing yang nakal alias illegal di Kalsel, cukup menurun drastis. Itu terekam dari data yang dihimpun oleh Imigrasi yang berkewenangan memulangkan Warga Negara Asing (WNA) ke daerah asalnya.

Bahkan dari rekap tahun ini Imgrasi kelas 1 Banjarmasin hanya memulangkan satu orang saja.

"Detailnya iru yakni HO SIU HANG Warga negara Cina / Hongkong SAR. Dia terpaksa dideportasi pada pertengahan tahun ini karena main selonong tanpa melapor identitas ke Imigrasi, " kata Mulyadi, Kasi Pengawasan dan Pendindakan pada Imigrasi kelas 1 Banjarmasin.

Dikatakan dia, data itu jauh turun drastis jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Dimana Kantor Imigrasi Banjarmasin pada Tahun 2014 memulangkan sebanyak 14 Orang, dan di Tahun 2015 sebanyak 89 orang yang dideportasi.

"Ini kami menyakini kalau sidak pasca Menteri naker ke Kalsel dan menemukan banyak pelanggaran TKA. Syukurlah dengan adanya itu imbasnya banyak TKA yang sudah taat aturan, " kata dia. (Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

" />

Namun diterangkannya Kalsel tidak diserbu seperti yang dibayangkan banyak pihak. "Seperti berita dimedia sosial yang menyebutkan diserbu tenaga kerja asing," kata Antonius Simbolon.

Diterangkannya, TKA di Kalsel rata rata sudah memenuhi kelengkapan izinnya selama di Kalsel."Tapi pengawasan tetap akan kita tingkatkan. Dan 2017 ini kami akan juga lakukan sidak sidak soal TKA yang masuk Kalsel ini. Namun kita akui personil kita kurang, yang ada untuk pengawasan hanya 36 orang saja. Mudahan kedepan 2017 ini kita akan lakukan lagi inspeksi mendadak," kata dia

Tenaga kerja asing yang nakal alias illegal di Kalsel, cukup menurun drastis. Itu terekam dari data yang dihimpun oleh Imigrasi yang berkewenangan memulangkan Warga Negara Asing (WNA) ke daerah asalnya.

Bahkan dari rekap tahun ini Imgrasi kelas 1 Banjarmasin hanya memulangkan satu orang saja.

"Detailnya iru yakni HO SIU HANG Warga negara Cina / Hongkong SAR. Dia terpaksa dideportasi pada pertengahan tahun ini karena main selonong tanpa melapor identitas ke Imigrasi, " kata Mulyadi, Kasi Pengawasan dan Pendindakan pada Imigrasi kelas 1 Banjarmasin.

Dikatakan dia, data itu jauh turun drastis jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Dimana Kantor Imigrasi Banjarmasin pada Tahun 2014 memulangkan sebanyak 14 Orang, dan di Tahun 2015 sebanyak 89 orang yang dideportasi.

"Ini kami menyakini kalau sidak pasca Menteri naker ke Kalsel dan menemukan banyak pelanggaran TKA. Syukurlah dengan adanya itu imbasnya banyak TKA yang sudah taat aturan, " kata dia. (Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

" />