Poin kedua yakni, di Tahun Baru 2017 Aston Manado Hotel masih menggunakan harga lama.

"Konsep (yang dulu) hampir sama, tamu kita utamakan sehingga tamu nyaman. Kita beda dengan hotel lain, perlu saat checkout saya antar sampai di mobil," tambah pria berdarah Jawa bercampur Sulawesi ini.

Kerendahan hatinya membuat para karyawan lainnya termotivasi.

Misalnya waktu Tommy baru tiba di Manado beberapa waktu lalu.

Akibat suasana Natal, dari Bandara Sam Ratulangi hendak menuju Aston Manado Hotel, ia kesulitan mencari taksi.

Akhirnya menyewa angkot.

Ia pun menyuruh sang sopir supaya menurunkan dirinya di depan pintu lobi hotel.

Awalnya sejumlah karyawan hotel maupun petugas keamanan tak menyangka.

Setelah tahu Tommy adalah GM baru, mereka mengelus dada seakan dalam benaknya beruntung tak mengusir pria dari angkot itu.

Tommy sebelumnya meniti karir Pulau Bali di sebuah hotel terkenal pada Tahun 1990-an.

Lalu ia menerima teleks bahwa diterima di sebuah perusahaan di Amerika.

Ia pun bimbang ingin bertahan di Bali atau merantau ke negeri Paman Sam itu.

Tommy pun memutuskan berangkat dan malah mendapat dukungan dari pimpinannya.

Sejumlah pekerjaan besar ia mampu menyelesaikan dan menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja sebagai asisten kontroler.

Seiring berjalannya waktu, ia mencintai pekerjaannya dan terlena dengan gaya hidup di sana.

Suatu waktu, berselang tiga tahun kemudian, ia sadar.

"Karena kerja di sana hura-hura tinggi, kapan berkeluarga?," lanjut Tommy, lalu memutuskan pulang ke Indonesia.

Kembali ke Bali, ia membantu usaha kakaknya.

Lalu bergabung dengan Archipelago International hingga kini ditugaskan memimpin Aston Manado Hotel.

Sejumlah gebrakan sudah ia lakukan.

"Bukan hanya guest area, kru area pun harus bersih," sambung Tommy.

Tommy saat itu ditemani Assistant Sales Manager Yunita dan Front Office Manager Wilson disambut hangat oleh Pemimpin Perusahaan Tribun Manado Fahmi Setiadi dan Manajer Promotion Tribun Manado Abdul Rahman.

Suasana kekeluargaan terlihat jelas dari canda tawa mereka.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas. (*)

" />

Poin kedua yakni, di Tahun Baru 2017 Aston Manado Hotel masih menggunakan harga lama.

"Konsep (yang dulu) hampir sama, tamu kita utamakan sehingga tamu nyaman. Kita beda dengan hotel lain, perlu saat checkout saya antar sampai di mobil," tambah pria berdarah Jawa bercampur Sulawesi ini.

Kerendahan hatinya membuat para karyawan lainnya termotivasi.

Misalnya waktu Tommy baru tiba di Manado beberapa waktu lalu.

Akibat suasana Natal, dari Bandara Sam Ratulangi hendak menuju Aston Manado Hotel, ia kesulitan mencari taksi.

Akhirnya menyewa angkot.

Ia pun menyuruh sang sopir supaya menurunkan dirinya di depan pintu lobi hotel.

Awalnya sejumlah karyawan hotel maupun petugas keamanan tak menyangka.

Setelah tahu Tommy adalah GM baru, mereka mengelus dada seakan dalam benaknya beruntung tak mengusir pria dari angkot itu.

Tommy sebelumnya meniti karir Pulau Bali di sebuah hotel terkenal pada Tahun 1990-an.

Lalu ia menerima teleks bahwa diterima di sebuah perusahaan di Amerika.

Ia pun bimbang ingin bertahan di Bali atau merantau ke negeri Paman Sam itu.

Tommy pun memutuskan berangkat dan malah mendapat dukungan dari pimpinannya.

Sejumlah pekerjaan besar ia mampu menyelesaikan dan menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja sebagai asisten kontroler.

Seiring berjalannya waktu, ia mencintai pekerjaannya dan terlena dengan gaya hidup di sana.

Suatu waktu, berselang tiga tahun kemudian, ia sadar.

"Karena kerja di sana hura-hura tinggi, kapan berkeluarga?," lanjut Tommy, lalu memutuskan pulang ke Indonesia.

Kembali ke Bali, ia membantu usaha kakaknya.

Lalu bergabung dengan Archipelago International hingga kini ditugaskan memimpin Aston Manado Hotel.

Sejumlah gebrakan sudah ia lakukan.

"Bukan hanya guest area, kru area pun harus bersih," sambung Tommy.

Tommy saat itu ditemani Assistant Sales Manager Yunita dan Front Office Manager Wilson disambut hangat oleh Pemimpin Perusahaan Tribun Manado Fahmi Setiadi dan Manajer Promotion Tribun Manado Abdul Rahman.

Suasana kekeluargaan terlihat jelas dari canda tawa mereka.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas. (*)

" />

Poin kedua yakni, di Tahun Baru 2017 Aston Manado Hotel masih menggunakan harga lama.

"Konsep (yang dulu) hampir sama, tamu kita utamakan sehingga tamu nyaman. Kita beda dengan hotel lain, perlu saat checkout saya antar sampai di mobil," tambah pria berdarah Jawa bercampur Sulawesi ini.

Kerendahan hatinya membuat para karyawan lainnya termotivasi.

Misalnya waktu Tommy baru tiba di Manado beberapa waktu lalu.

Akibat suasana Natal, dari Bandara Sam Ratulangi hendak menuju Aston Manado Hotel, ia kesulitan mencari taksi.

Akhirnya menyewa angkot.

Ia pun menyuruh sang sopir supaya menurunkan dirinya di depan pintu lobi hotel.

Awalnya sejumlah karyawan hotel maupun petugas keamanan tak menyangka.

Setelah tahu Tommy adalah GM baru, mereka mengelus dada seakan dalam benaknya beruntung tak mengusir pria dari angkot itu.

Tommy sebelumnya meniti karir Pulau Bali di sebuah hotel terkenal pada Tahun 1990-an.

Lalu ia menerima teleks bahwa diterima di sebuah perusahaan di Amerika.

Ia pun bimbang ingin bertahan di Bali atau merantau ke negeri Paman Sam itu.

Tommy pun memutuskan berangkat dan malah mendapat dukungan dari pimpinannya.

Sejumlah pekerjaan besar ia mampu menyelesaikan dan menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja sebagai asisten kontroler.

Seiring berjalannya waktu, ia mencintai pekerjaannya dan terlena dengan gaya hidup di sana.

Suatu waktu, berselang tiga tahun kemudian, ia sadar.

"Karena kerja di sana hura-hura tinggi, kapan berkeluarga?," lanjut Tommy, lalu memutuskan pulang ke Indonesia.

Kembali ke Bali, ia membantu usaha kakaknya.

Lalu bergabung dengan Archipelago International hingga kini ditugaskan memimpin Aston Manado Hotel.

Sejumlah gebrakan sudah ia lakukan.

"Bukan hanya guest area, kru area pun harus bersih," sambung Tommy.

Tommy saat itu ditemani Assistant Sales Manager Yunita dan Front Office Manager Wilson disambut hangat oleh Pemimpin Perusahaan Tribun Manado Fahmi Setiadi dan Manajer Promotion Tribun Manado Abdul Rahman.

Suasana kekeluargaan terlihat jelas dari canda tawa mereka.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas. (*)

" />