Dora menerika pimpinannya di MA memutasi dirinya dilatarbelakangi peristiwa ia berdebat panas dengan Aiptu Sutisna, polisi lalu lintas yang mengatur arus kendaraan di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, 13 Desember 2016.

Ia mengakui keputusannya menegur anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu keliru dan tidak patut. Sehingga Dora sangat bersyukur ketika Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memediasi pertemuannya dengan Aiptu Sutisna.

Rencananya ia akan menunggu anaknya besar untuk kemudian membawanya ke Pekanbaru dan di sekolahkan di sana. Dora merasa sangat diterima di lingkungan barunya di PTUN Pekanbaru.

"Saya akan bekerja sebaik mungkin. Akan saya tunjukkan saya ini berkinerja. Saya bukan orang pasaran. Saya tidak mungkin melakukan kejadian di tanggal 13 apabila tidak ada sebab," tegas Dora.

"Kepada bapak Ketua MA saya terima hukuman ini dengan ikhlas hati. Semoga bapak juga ikhlas menghukum saya. Sehingga kita benar-benar dengan menjalankan tugas dan amanah kita karena titipan Allah," begitu Dora mengakhiri ceritanya.(*)

" />

Dora menerika pimpinannya di MA memutasi dirinya dilatarbelakangi peristiwa ia berdebat panas dengan Aiptu Sutisna, polisi lalu lintas yang mengatur arus kendaraan di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, 13 Desember 2016.

Ia mengakui keputusannya menegur anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu keliru dan tidak patut. Sehingga Dora sangat bersyukur ketika Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memediasi pertemuannya dengan Aiptu Sutisna.

Rencananya ia akan menunggu anaknya besar untuk kemudian membawanya ke Pekanbaru dan di sekolahkan di sana. Dora merasa sangat diterima di lingkungan barunya di PTUN Pekanbaru.

"Saya akan bekerja sebaik mungkin. Akan saya tunjukkan saya ini berkinerja. Saya bukan orang pasaran. Saya tidak mungkin melakukan kejadian di tanggal 13 apabila tidak ada sebab," tegas Dora.

"Kepada bapak Ketua MA saya terima hukuman ini dengan ikhlas hati. Semoga bapak juga ikhlas menghukum saya. Sehingga kita benar-benar dengan menjalankan tugas dan amanah kita karena titipan Allah," begitu Dora mengakhiri ceritanya.(*)

" />

Dora menerika pimpinannya di MA memutasi dirinya dilatarbelakangi peristiwa ia berdebat panas dengan Aiptu Sutisna, polisi lalu lintas yang mengatur arus kendaraan di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, 13 Desember 2016.

Ia mengakui keputusannya menegur anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu keliru dan tidak patut. Sehingga Dora sangat bersyukur ketika Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memediasi pertemuannya dengan Aiptu Sutisna.

Rencananya ia akan menunggu anaknya besar untuk kemudian membawanya ke Pekanbaru dan di sekolahkan di sana. Dora merasa sangat diterima di lingkungan barunya di PTUN Pekanbaru.

"Saya akan bekerja sebaik mungkin. Akan saya tunjukkan saya ini berkinerja. Saya bukan orang pasaran. Saya tidak mungkin melakukan kejadian di tanggal 13 apabila tidak ada sebab," tegas Dora.

"Kepada bapak Ketua MA saya terima hukuman ini dengan ikhlas hati. Semoga bapak juga ikhlas menghukum saya. Sehingga kita benar-benar dengan menjalankan tugas dan amanah kita karena titipan Allah," begitu Dora mengakhiri ceritanya.(*)

" />