TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Tahun baru berganti, tapi perjuangan untuk sekedar sampai ke sekolah sudah harus dilakukan murid dan guru SDN Basirih 10 Banjarmasin.

Tidak ada anggaran dari Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, menyebabkan pengecoran jalan di Jalan Simpang Jelai, memaksa guru dan murid SDN Basirih 10 Banjarmasin tidak bisa dilanjutkan.

Akses utama ke SDN Basirih 10 Banjarmasin pun praktis cuma bisa ditempuh lewat jalur sungai.

Termasuk pada hari pertama masuk sekolah di tahun 2017, Selasa (3/1/2016).

Dari dermaga kelotok Muara Basirih Jalan Tembusan Mantuil Basirih Dalam RT 24, para guru dan siswa memulai perjalanan.

Dengan menggunakan satu kelotok kecil, guru dan murid berjumlah 9 orang berjejal melakukan perjalan 10 menit lewat jalur sungai ke sekolah.

Mengabaikan rasa bahaya, semangat tetap ditunjukkan pada guru dan murid menuju sekolah.

Berikut perjuangan dan semangat guru dan murid SD yang terletak di ujung Sungai Jelai ini.(Banjarmasin Post/Rahmadhani)

" />

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Tahun baru berganti, tapi perjuangan untuk sekedar sampai ke sekolah sudah harus dilakukan murid dan guru SDN Basirih 10 Banjarmasin.

Tidak ada anggaran dari Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, menyebabkan pengecoran jalan di Jalan Simpang Jelai, memaksa guru dan murid SDN Basirih 10 Banjarmasin tidak bisa dilanjutkan.

Akses utama ke SDN Basirih 10 Banjarmasin pun praktis cuma bisa ditempuh lewat jalur sungai.

Termasuk pada hari pertama masuk sekolah di tahun 2017, Selasa (3/1/2016).

Dari dermaga kelotok Muara Basirih Jalan Tembusan Mantuil Basirih Dalam RT 24, para guru dan siswa memulai perjalanan.

Dengan menggunakan satu kelotok kecil, guru dan murid berjumlah 9 orang berjejal melakukan perjalan 10 menit lewat jalur sungai ke sekolah.

Mengabaikan rasa bahaya, semangat tetap ditunjukkan pada guru dan murid menuju sekolah.

Berikut perjuangan dan semangat guru dan murid SD yang terletak di ujung Sungai Jelai ini.(Banjarmasin Post/Rahmadhani)

" />

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Tahun baru berganti, tapi perjuangan untuk sekedar sampai ke sekolah sudah harus dilakukan murid dan guru SDN Basirih 10 Banjarmasin.

Tidak ada anggaran dari Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, menyebabkan pengecoran jalan di Jalan Simpang Jelai, memaksa guru dan murid SDN Basirih 10 Banjarmasin tidak bisa dilanjutkan.

Akses utama ke SDN Basirih 10 Banjarmasin pun praktis cuma bisa ditempuh lewat jalur sungai.

Termasuk pada hari pertama masuk sekolah di tahun 2017, Selasa (3/1/2016).

Dari dermaga kelotok Muara Basirih Jalan Tembusan Mantuil Basirih Dalam RT 24, para guru dan siswa memulai perjalanan.

Dengan menggunakan satu kelotok kecil, guru dan murid berjumlah 9 orang berjejal melakukan perjalan 10 menit lewat jalur sungai ke sekolah.

Mengabaikan rasa bahaya, semangat tetap ditunjukkan pada guru dan murid menuju sekolah.

Berikut perjuangan dan semangat guru dan murid SD yang terletak di ujung Sungai Jelai ini.(Banjarmasin Post/Rahmadhani)

" />