Apalagi dengan sudah adanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di lingkup Pemko Banjarbaru, dia berharap bisa menekan angka penelantaran anak di Kota Seribu Sungai.

Saat kunjungan, Ibnu juga ditemani Direktur RSUD Moch Ansari Saleh Izaak Zoelkarnain Akbar dan Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Purbo Raharjo.

Ibnu Sina juga sempat menanyakan terkait dengan kasus penemuan bayi di Sungai Andai, yang sampai saat ini juga belum diketahui siapa orangtuanya.

"Ini jadi pertanyaannya besar kenapa kok sepertinya (penelantaran anak) menjadi trend. Makanya saya ingin melihat langsung kondisi bayi tersebut," katanya.

Ibnu berharap, bayi tersebut tetap menjadi warga Banjarmasin, walaupun ditemukan dalam keadaan yang kurang beruntung.

“Jika memang tidak dapat menemukan orangtuanya, maka Pemerintah Kota siap menampung dan ditangani oleh Dinas Sosial dan TPA (Tempat Penitipan Anak) serta dinas baru yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang membantu penyelesaian maslaah tersebut. Dan semoga polisi bisa menyelesaikan kasus ini," kata Ibnu Sina.(Banjarmasin Post/Rahmadhani)

" />

Apalagi dengan sudah adanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di lingkup Pemko Banjarbaru, dia berharap bisa menekan angka penelantaran anak di Kota Seribu Sungai.

Saat kunjungan, Ibnu juga ditemani Direktur RSUD Moch Ansari Saleh Izaak Zoelkarnain Akbar dan Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Purbo Raharjo.

Ibnu Sina juga sempat menanyakan terkait dengan kasus penemuan bayi di Sungai Andai, yang sampai saat ini juga belum diketahui siapa orangtuanya.

"Ini jadi pertanyaannya besar kenapa kok sepertinya (penelantaran anak) menjadi trend. Makanya saya ingin melihat langsung kondisi bayi tersebut," katanya.

Ibnu berharap, bayi tersebut tetap menjadi warga Banjarmasin, walaupun ditemukan dalam keadaan yang kurang beruntung.

“Jika memang tidak dapat menemukan orangtuanya, maka Pemerintah Kota siap menampung dan ditangani oleh Dinas Sosial dan TPA (Tempat Penitipan Anak) serta dinas baru yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang membantu penyelesaian maslaah tersebut. Dan semoga polisi bisa menyelesaikan kasus ini," kata Ibnu Sina.(Banjarmasin Post/Rahmadhani)

" />

Apalagi dengan sudah adanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di lingkup Pemko Banjarbaru, dia berharap bisa menekan angka penelantaran anak di Kota Seribu Sungai.

Saat kunjungan, Ibnu juga ditemani Direktur RSUD Moch Ansari Saleh Izaak Zoelkarnain Akbar dan Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Purbo Raharjo.

Ibnu Sina juga sempat menanyakan terkait dengan kasus penemuan bayi di Sungai Andai, yang sampai saat ini juga belum diketahui siapa orangtuanya.

"Ini jadi pertanyaannya besar kenapa kok sepertinya (penelantaran anak) menjadi trend. Makanya saya ingin melihat langsung kondisi bayi tersebut," katanya.

Ibnu berharap, bayi tersebut tetap menjadi warga Banjarmasin, walaupun ditemukan dalam keadaan yang kurang beruntung.

“Jika memang tidak dapat menemukan orangtuanya, maka Pemerintah Kota siap menampung dan ditangani oleh Dinas Sosial dan TPA (Tempat Penitipan Anak) serta dinas baru yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang membantu penyelesaian maslaah tersebut. Dan semoga polisi bisa menyelesaikan kasus ini," kata Ibnu Sina.(Banjarmasin Post/Rahmadhani)

" />