Mengnakan pakaian putih, Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan itu membagi tiga kelompok yang perlu dilakukan atau diambil langkah-langkah, yaitu program kegiatan yang sudah berjalan dan harus dilanjutkan.

Kemudian, aktualisasi berbagai program kegiatan yang sudah ditetapkan tapi belum dijalankan dan langkah yang harus diambil berdasarkan peta ancaman gangguan hambatan dan tantangan yang dihadapi.

Selain itu, Wiranto mengelompokkan ada empat poin yang ditekankan dalam pertemuan siang ini, yaitu reformasi regulasi, kepastian dan penegakan hukum, stabililtas keamanan dan ketertiban, konsolidasi demokrasi dan efektivitas diplomasi Indonesia di luar dan di dalam negeri dan reformasi birokrasi.

Dari pertemuan ini, lanjut Wiranto, hasilnya akan dibawa kepada Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna besok.

Sejumlah menteri dan pejabat negara yang berkumpul di kantor Wiranto siang ini yaitu Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kominfo Rudiantara.

Kemudian hadir juga Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Soedewo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.(*)

" />

Mengnakan pakaian putih, Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan itu membagi tiga kelompok yang perlu dilakukan atau diambil langkah-langkah, yaitu program kegiatan yang sudah berjalan dan harus dilanjutkan.

Kemudian, aktualisasi berbagai program kegiatan yang sudah ditetapkan tapi belum dijalankan dan langkah yang harus diambil berdasarkan peta ancaman gangguan hambatan dan tantangan yang dihadapi.

Selain itu, Wiranto mengelompokkan ada empat poin yang ditekankan dalam pertemuan siang ini, yaitu reformasi regulasi, kepastian dan penegakan hukum, stabililtas keamanan dan ketertiban, konsolidasi demokrasi dan efektivitas diplomasi Indonesia di luar dan di dalam negeri dan reformasi birokrasi.

Dari pertemuan ini, lanjut Wiranto, hasilnya akan dibawa kepada Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna besok.

Sejumlah menteri dan pejabat negara yang berkumpul di kantor Wiranto siang ini yaitu Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kominfo Rudiantara.

Kemudian hadir juga Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Soedewo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.(*)

" />

Mengnakan pakaian putih, Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan itu membagi tiga kelompok yang perlu dilakukan atau diambil langkah-langkah, yaitu program kegiatan yang sudah berjalan dan harus dilanjutkan.

Kemudian, aktualisasi berbagai program kegiatan yang sudah ditetapkan tapi belum dijalankan dan langkah yang harus diambil berdasarkan peta ancaman gangguan hambatan dan tantangan yang dihadapi.

Selain itu, Wiranto mengelompokkan ada empat poin yang ditekankan dalam pertemuan siang ini, yaitu reformasi regulasi, kepastian dan penegakan hukum, stabililtas keamanan dan ketertiban, konsolidasi demokrasi dan efektivitas diplomasi Indonesia di luar dan di dalam negeri dan reformasi birokrasi.

Dari pertemuan ini, lanjut Wiranto, hasilnya akan dibawa kepada Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna besok.

Sejumlah menteri dan pejabat negara yang berkumpul di kantor Wiranto siang ini yaitu Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kominfo Rudiantara.

Kemudian hadir juga Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Arie Soedewo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.(*)

" />