Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa sembilan puluh persen sangat bergantung dari non-APBN, seperti dari Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

"Ini menandakan juga, bahwa memang sembilan puluh persen itu sangat tergantung dari nonAPBN. Seperti melalui subsidi dan KPR," tambah Syarif Burhanuddin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan program sejuta rumah untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak.

Program tersebut meliputi 700 ribu unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sisanya untuk nonMBR.

Kemen PUPR mengklaim telah membangun 805.169 unit rumah untuk program tersebut hingga penghujung tahun 2016. (*)

" />

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa sembilan puluh persen sangat bergantung dari non-APBN, seperti dari Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

"Ini menandakan juga, bahwa memang sembilan puluh persen itu sangat tergantung dari nonAPBN. Seperti melalui subsidi dan KPR," tambah Syarif Burhanuddin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan program sejuta rumah untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak.

Program tersebut meliputi 700 ribu unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sisanya untuk nonMBR.

Kemen PUPR mengklaim telah membangun 805.169 unit rumah untuk program tersebut hingga penghujung tahun 2016. (*)

" />

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa sembilan puluh persen sangat bergantung dari non-APBN, seperti dari Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

"Ini menandakan juga, bahwa memang sembilan puluh persen itu sangat tergantung dari nonAPBN. Seperti melalui subsidi dan KPR," tambah Syarif Burhanuddin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan program sejuta rumah untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak.

Program tersebut meliputi 700 ribu unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sisanya untuk nonMBR.

Kemen PUPR mengklaim telah membangun 805.169 unit rumah untuk program tersebut hingga penghujung tahun 2016. (*)

" />