Sementara Rahmad (45), salah satu pekerja proyek, mengatakan, pemancangan sheet pile dilakukan oleh mandor yang berbeda dengan pembangunan jembatan.

"Itu saat mancang sheet pile tak pakai alat berat. Pakai labrang manual dan hanya satu alatnya," kata Rahmad kepada Wartakotalive.com, siang tadi.

Labrang manual ini alat untuk memancang sheet pile yang mesti digerakkan dengan tenaga manusia. Harus ada lima orang untuk mengoperasikan alat ini.

Sementara Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Yudi Febriyadi, mengakui tak rapihnya pemancangan sheet pile tersebut.

"Nanti akan kita minta ke kontraktor untuk merapihkan itu," kata Yudi ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Yudi menjelaskan bahwa kontraktor tak bisa mengoperasikan alat berat untuk pemancangan sheet pile disana. Jalan Inspeksi Kali Grogol menuju lokasi itu terlalu kecil untuk dimasuki alat berat.

Pemancangan sheet pile di kali grogol untuk pelurusan kali di ruas Kompleks Hankam ini berbeda jauh dengan pemancangan sheet pile di Kali Grogol ruas Jalan Latumenten, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Di kali grogol ruas Jalan Latumenten, pemancangan sheet pile dilakukan oleh PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO.

Disana sheet pile terpasang rapih, rapat, dan tak miring. Hasil pemasangannya pun enak dilihat.

Project Manager PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO, Agus Santoso, mengatakan, di beberapa titik pihaknya pun tak menggunakan alat berat untuk pemancangan.

Ada titik dimana pihaknya mesti memakai labrang manual untuk pemancangan.

"Asalkan yang mengoperasikannya terlatih dan kompeten, pemancangan dengan labrang manual juga akan rapih dan enak dilihat," kata Agus ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Agus menjelaskan, pemancangan di kali Grogol yang dikerjakan oleh pihaknya selalu dilengkapi dengan alat monitoring kelurusan. Makanya sheet pile yang terpasang benar-benar lurus dan rapat.(ote)

" />

Sementara Rahmad (45), salah satu pekerja proyek, mengatakan, pemancangan sheet pile dilakukan oleh mandor yang berbeda dengan pembangunan jembatan.

"Itu saat mancang sheet pile tak pakai alat berat. Pakai labrang manual dan hanya satu alatnya," kata Rahmad kepada Wartakotalive.com, siang tadi.

Labrang manual ini alat untuk memancang sheet pile yang mesti digerakkan dengan tenaga manusia. Harus ada lima orang untuk mengoperasikan alat ini.

Sementara Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Yudi Febriyadi, mengakui tak rapihnya pemancangan sheet pile tersebut.

"Nanti akan kita minta ke kontraktor untuk merapihkan itu," kata Yudi ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Yudi menjelaskan bahwa kontraktor tak bisa mengoperasikan alat berat untuk pemancangan sheet pile disana. Jalan Inspeksi Kali Grogol menuju lokasi itu terlalu kecil untuk dimasuki alat berat.

Pemancangan sheet pile di kali grogol untuk pelurusan kali di ruas Kompleks Hankam ini berbeda jauh dengan pemancangan sheet pile di Kali Grogol ruas Jalan Latumenten, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Di kali grogol ruas Jalan Latumenten, pemancangan sheet pile dilakukan oleh PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO.

Disana sheet pile terpasang rapih, rapat, dan tak miring. Hasil pemasangannya pun enak dilihat.

Project Manager PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO, Agus Santoso, mengatakan, di beberapa titik pihaknya pun tak menggunakan alat berat untuk pemancangan.

Ada titik dimana pihaknya mesti memakai labrang manual untuk pemancangan.

"Asalkan yang mengoperasikannya terlatih dan kompeten, pemancangan dengan labrang manual juga akan rapih dan enak dilihat," kata Agus ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Agus menjelaskan, pemancangan di kali Grogol yang dikerjakan oleh pihaknya selalu dilengkapi dengan alat monitoring kelurusan. Makanya sheet pile yang terpasang benar-benar lurus dan rapat.(ote)

" />

Sementara Rahmad (45), salah satu pekerja proyek, mengatakan, pemancangan sheet pile dilakukan oleh mandor yang berbeda dengan pembangunan jembatan.

"Itu saat mancang sheet pile tak pakai alat berat. Pakai labrang manual dan hanya satu alatnya," kata Rahmad kepada Wartakotalive.com, siang tadi.

Labrang manual ini alat untuk memancang sheet pile yang mesti digerakkan dengan tenaga manusia. Harus ada lima orang untuk mengoperasikan alat ini.

Sementara Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Yudi Febriyadi, mengakui tak rapihnya pemancangan sheet pile tersebut.

"Nanti akan kita minta ke kontraktor untuk merapihkan itu," kata Yudi ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Yudi menjelaskan bahwa kontraktor tak bisa mengoperasikan alat berat untuk pemancangan sheet pile disana. Jalan Inspeksi Kali Grogol menuju lokasi itu terlalu kecil untuk dimasuki alat berat.

Pemancangan sheet pile di kali grogol untuk pelurusan kali di ruas Kompleks Hankam ini berbeda jauh dengan pemancangan sheet pile di Kali Grogol ruas Jalan Latumenten, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Di kali grogol ruas Jalan Latumenten, pemancangan sheet pile dilakukan oleh PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO.

Disana sheet pile terpasang rapih, rapat, dan tak miring. Hasil pemasangannya pun enak dilihat.

Project Manager PT Waskita Beton Precast - PT Jaya Konstruksi KSO, Agus Santoso, mengatakan, di beberapa titik pihaknya pun tak menggunakan alat berat untuk pemancangan.

Ada titik dimana pihaknya mesti memakai labrang manual untuk pemancangan.

"Asalkan yang mengoperasikannya terlatih dan kompeten, pemancangan dengan labrang manual juga akan rapih dan enak dilihat," kata Agus ketika dihubungi Wartakotalive.com, sore tadi.

Agus menjelaskan, pemancangan di kali Grogol yang dikerjakan oleh pihaknya selalu dilengkapi dengan alat monitoring kelurusan. Makanya sheet pile yang terpasang benar-benar lurus dan rapat.(ote)

" />