Kendati dianggap telat dalam melakukan reformasi tata kelola kekayaan negara, hal tersebut menurut Doli masih bisa dilakukan.

"Karena itu, meskipun terbilang telat, reformasi tata kelola kekayaan negara sesegera mungkin harus dilakukan," katanya.

Reformasi tata kelola yang harus segera dilakukan itu nantinya untuk memberikan pemahaman agar kekayaan negara bisa dimnafaatkan secara benar dan efektif.

"Bukan hanya agar tidak (mudah) dikorupsi, reformasi itu diperlukan untuk memastikan seluruh kekayaan negara bisa dikelola dan dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi bersama media bertajuk 'Bangun Negeri Tanpa Korupsi, Menyelamatkan Aset Negara dari Korupsi' yang berlangsung di dalam kereta KRL Jakarta-Bogor yang tengah berjalan.

Selain Doli Siregar, tokoh lain yang hadir dalam acara tersebut yakni Kepala Satuan Pengawasan Internal PT KAI Nurul Huda, Peneliti ICW Emerson Yuntho, serta Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 1 Jakarta John Roberto.(*)

" />

Kendati dianggap telat dalam melakukan reformasi tata kelola kekayaan negara, hal tersebut menurut Doli masih bisa dilakukan.

"Karena itu, meskipun terbilang telat, reformasi tata kelola kekayaan negara sesegera mungkin harus dilakukan," katanya.

Reformasi tata kelola yang harus segera dilakukan itu nantinya untuk memberikan pemahaman agar kekayaan negara bisa dimnafaatkan secara benar dan efektif.

"Bukan hanya agar tidak (mudah) dikorupsi, reformasi itu diperlukan untuk memastikan seluruh kekayaan negara bisa dikelola dan dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi bersama media bertajuk 'Bangun Negeri Tanpa Korupsi, Menyelamatkan Aset Negara dari Korupsi' yang berlangsung di dalam kereta KRL Jakarta-Bogor yang tengah berjalan.

Selain Doli Siregar, tokoh lain yang hadir dalam acara tersebut yakni Kepala Satuan Pengawasan Internal PT KAI Nurul Huda, Peneliti ICW Emerson Yuntho, serta Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 1 Jakarta John Roberto.(*)

" />

Kendati dianggap telat dalam melakukan reformasi tata kelola kekayaan negara, hal tersebut menurut Doli masih bisa dilakukan.

"Karena itu, meskipun terbilang telat, reformasi tata kelola kekayaan negara sesegera mungkin harus dilakukan," katanya.

Reformasi tata kelola yang harus segera dilakukan itu nantinya untuk memberikan pemahaman agar kekayaan negara bisa dimnafaatkan secara benar dan efektif.

"Bukan hanya agar tidak (mudah) dikorupsi, reformasi itu diperlukan untuk memastikan seluruh kekayaan negara bisa dikelola dan dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi bersama media bertajuk 'Bangun Negeri Tanpa Korupsi, Menyelamatkan Aset Negara dari Korupsi' yang berlangsung di dalam kereta KRL Jakarta-Bogor yang tengah berjalan.

Selain Doli Siregar, tokoh lain yang hadir dalam acara tersebut yakni Kepala Satuan Pengawasan Internal PT KAI Nurul Huda, Peneliti ICW Emerson Yuntho, serta Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 1 Jakarta John Roberto.(*)

" />