Hadir sebagai pembicara diskusi dalam perjalanan tersebut, Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haryono Umar, Perwakilan ICW, Emerson Yuntho, Akademisi, Doli Siregar, dan Perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Nurul Huda.

Emerson Yuntho mengaku, bahwa digelarnya diskusi yang menurutnya tak biasa itu, bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT. KAI harus terus diawasi.

Mengenakan hoodie sweater merah bertuliskan "Kita Anti Korupsi" ia menjelaskan, bahwa BUMN sering dijadikan "sapi perah" oleh pihak-pihak di luar BUMN, terutama menjelang pemilu dan pilkada.

Selain itu, aset-aset BUMN juga harus terus diawasi, karena upaya perampasan aset-aset milik BUMN masih terjadi. Ia mencontohkan perampasan aset rumah dinas milik PT. KAI yang ada di Bandung.

"ICW punya inisiatif misalnya bikin diskusi di kereta api ini gitu, karena berangkatnya begini, di tahun 2016 ini kita melihat bahwa sebenarnya, BUMN khususnya, sering kali diganggu dengan dua isu paling tidak," kata Emerson Yuntho.

"Kalau ngga isu soal sapi perahan tanda kutip, dari institusi di luar BUMN, entah Anggota DPR, atau dari partai politik itu kalau berkaitan misalnya ramai menjelang pemilu gitu ya, entah pilkada atau pileg. Di sisi lain juga isu soal aset," tambah Emerson Yuntho.(*)

 

" />

Hadir sebagai pembicara diskusi dalam perjalanan tersebut, Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haryono Umar, Perwakilan ICW, Emerson Yuntho, Akademisi, Doli Siregar, dan Perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Nurul Huda.

Emerson Yuntho mengaku, bahwa digelarnya diskusi yang menurutnya tak biasa itu, bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT. KAI harus terus diawasi.

Mengenakan hoodie sweater merah bertuliskan "Kita Anti Korupsi" ia menjelaskan, bahwa BUMN sering dijadikan "sapi perah" oleh pihak-pihak di luar BUMN, terutama menjelang pemilu dan pilkada.

Selain itu, aset-aset BUMN juga harus terus diawasi, karena upaya perampasan aset-aset milik BUMN masih terjadi. Ia mencontohkan perampasan aset rumah dinas milik PT. KAI yang ada di Bandung.

"ICW punya inisiatif misalnya bikin diskusi di kereta api ini gitu, karena berangkatnya begini, di tahun 2016 ini kita melihat bahwa sebenarnya, BUMN khususnya, sering kali diganggu dengan dua isu paling tidak," kata Emerson Yuntho.

"Kalau ngga isu soal sapi perahan tanda kutip, dari institusi di luar BUMN, entah Anggota DPR, atau dari partai politik itu kalau berkaitan misalnya ramai menjelang pemilu gitu ya, entah pilkada atau pileg. Di sisi lain juga isu soal aset," tambah Emerson Yuntho.(*)

 

" />

Hadir sebagai pembicara diskusi dalam perjalanan tersebut, Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haryono Umar, Perwakilan ICW, Emerson Yuntho, Akademisi, Doli Siregar, dan Perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Nurul Huda.

Emerson Yuntho mengaku, bahwa digelarnya diskusi yang menurutnya tak biasa itu, bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT. KAI harus terus diawasi.

Mengenakan hoodie sweater merah bertuliskan "Kita Anti Korupsi" ia menjelaskan, bahwa BUMN sering dijadikan "sapi perah" oleh pihak-pihak di luar BUMN, terutama menjelang pemilu dan pilkada.

Selain itu, aset-aset BUMN juga harus terus diawasi, karena upaya perampasan aset-aset milik BUMN masih terjadi. Ia mencontohkan perampasan aset rumah dinas milik PT. KAI yang ada di Bandung.

"ICW punya inisiatif misalnya bikin diskusi di kereta api ini gitu, karena berangkatnya begini, di tahun 2016 ini kita melihat bahwa sebenarnya, BUMN khususnya, sering kali diganggu dengan dua isu paling tidak," kata Emerson Yuntho.

"Kalau ngga isu soal sapi perahan tanda kutip, dari institusi di luar BUMN, entah Anggota DPR, atau dari partai politik itu kalau berkaitan misalnya ramai menjelang pemilu gitu ya, entah pilkada atau pileg. Di sisi lain juga isu soal aset," tambah Emerson Yuntho.(*)

 

" />