Diakui Abdul, produk kosmetka dan obat tradisional mendominasi dari ribuan produk ilegal yang disita jajarannya itu.

Adapun ribuan produk ilegal itu terdiri atas, 3.744 kemasan obat, 47.578 kemasan obat tradisional, 113.692 kemasan kosmetik, 26.840 kemasan pangan, dan 54 kemasan suplemen kesehatan.

"Kami juga telah menindaklanjuti 24 perkara secara pro yustisia," kata Abdul.

Dari 24 perkara itu, kata dia, 2 perkara pada tahap 2, 9 perkara pada tahap P21, 2 perkara pada tahap P19, 8 perkara pada tahap 1, dan 3 perkara sudah diterbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Adapun hasil persidangan terhadap pengedar obat dan makanan ilegal, kata dia, bervariasi mulai dari sanksi adminitrasi sampai penjara.

"Sanksi terendah berupa percobaan enam bulan hingga sanksi tertinggi berupa kurungan 18 bulan dan denda 20 juta rupiah," kata Abdul.

Pantauan Tribun, pemusnahan akan dilakukan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Peny K Lukito, Ketua Komisi IX Dede Yusuf, dan perwakilan unsur muspida Jabar. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Produk ilegal itu dimasukkan ke dalam tong khusus yang disiapkan sejak pagi.

"Kegiatan pemusnahan ini merupakan yang kedua kali dalam tahun ini. Pemusnahan pertama dilakukan Juli yang produk ilegalnya bernilai Rp 10 miliar," kata Abdul.(cis)

" />

Diakui Abdul, produk kosmetka dan obat tradisional mendominasi dari ribuan produk ilegal yang disita jajarannya itu.

Adapun ribuan produk ilegal itu terdiri atas, 3.744 kemasan obat, 47.578 kemasan obat tradisional, 113.692 kemasan kosmetik, 26.840 kemasan pangan, dan 54 kemasan suplemen kesehatan.

"Kami juga telah menindaklanjuti 24 perkara secara pro yustisia," kata Abdul.

Dari 24 perkara itu, kata dia, 2 perkara pada tahap 2, 9 perkara pada tahap P21, 2 perkara pada tahap P19, 8 perkara pada tahap 1, dan 3 perkara sudah diterbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Adapun hasil persidangan terhadap pengedar obat dan makanan ilegal, kata dia, bervariasi mulai dari sanksi adminitrasi sampai penjara.

"Sanksi terendah berupa percobaan enam bulan hingga sanksi tertinggi berupa kurungan 18 bulan dan denda 20 juta rupiah," kata Abdul.

Pantauan Tribun, pemusnahan akan dilakukan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Peny K Lukito, Ketua Komisi IX Dede Yusuf, dan perwakilan unsur muspida Jabar. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Produk ilegal itu dimasukkan ke dalam tong khusus yang disiapkan sejak pagi.

"Kegiatan pemusnahan ini merupakan yang kedua kali dalam tahun ini. Pemusnahan pertama dilakukan Juli yang produk ilegalnya bernilai Rp 10 miliar," kata Abdul.(cis)

" />

Diakui Abdul, produk kosmetka dan obat tradisional mendominasi dari ribuan produk ilegal yang disita jajarannya itu.

Adapun ribuan produk ilegal itu terdiri atas, 3.744 kemasan obat, 47.578 kemasan obat tradisional, 113.692 kemasan kosmetik, 26.840 kemasan pangan, dan 54 kemasan suplemen kesehatan.

"Kami juga telah menindaklanjuti 24 perkara secara pro yustisia," kata Abdul.

Dari 24 perkara itu, kata dia, 2 perkara pada tahap 2, 9 perkara pada tahap P21, 2 perkara pada tahap P19, 8 perkara pada tahap 1, dan 3 perkara sudah diterbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Adapun hasil persidangan terhadap pengedar obat dan makanan ilegal, kata dia, bervariasi mulai dari sanksi adminitrasi sampai penjara.

"Sanksi terendah berupa percobaan enam bulan hingga sanksi tertinggi berupa kurungan 18 bulan dan denda 20 juta rupiah," kata Abdul.

Pantauan Tribun, pemusnahan akan dilakukan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Peny K Lukito, Ketua Komisi IX Dede Yusuf, dan perwakilan unsur muspida Jabar. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Produk ilegal itu dimasukkan ke dalam tong khusus yang disiapkan sejak pagi.

"Kegiatan pemusnahan ini merupakan yang kedua kali dalam tahun ini. Pemusnahan pertama dilakukan Juli yang produk ilegalnya bernilai Rp 10 miliar," kata Abdul.(cis)

" />