Kini, Asmiah mengaku sudah menerima bantuan dari pemerintah berupa makanan, selimut dan terpal. Bantuan itu masih disimpan belum dipergunakan.

"Saya masih bisa tidur malam ini di kamar sebelah. Untungnya saya malam itu tidak berada di dapur. Angin kencang itu sekitar pukul 10 malam," ujarnya mengaku bekerja megambil upah membungkus gula pasir kiloan.

Di lingkungan tetangga Asmiah, ternyata ada 10 rumah yang terdampak angin kencang. Kerusakan yanv banyak hanya atap rumah terbang.

Kepala Desa Padang, H Norhibban, mengaku ada dua RT yang terkena musibah angin kencang yang diduga angin puting, yaitu RT 4 dan RT 6.

"Di RT 6 hanya tiga rumah yang rusak atapnya. Total dari dua RT itu ada 13 rumah. Bantuan sudah kami terima, cuma warga berkeinginan bantuan material bangunan," katanya.

Sementara itu, di RT 1 Desa Batibati, Kecamatan Batibati, angin kencang merusak sembilan rumah warga. Empat rumah mengalami kerusakan parah dan selebihnya rusak sedang.

Kepala Desa Batibati, H Musmulyadi menjelaskan kerusakan parah itu karena atap dan korbel rumah warganya dari asbes terbongkar dibawa angin puting.

"Kerugian ditaksir puluhan juta. Sudah ada rencana bantuan dari BPBD Pemerintah Kabupaten Tanahlaut," katanya. (*)

" />

Kini, Asmiah mengaku sudah menerima bantuan dari pemerintah berupa makanan, selimut dan terpal. Bantuan itu masih disimpan belum dipergunakan.

"Saya masih bisa tidur malam ini di kamar sebelah. Untungnya saya malam itu tidak berada di dapur. Angin kencang itu sekitar pukul 10 malam," ujarnya mengaku bekerja megambil upah membungkus gula pasir kiloan.

Di lingkungan tetangga Asmiah, ternyata ada 10 rumah yang terdampak angin kencang. Kerusakan yanv banyak hanya atap rumah terbang.

Kepala Desa Padang, H Norhibban, mengaku ada dua RT yang terkena musibah angin kencang yang diduga angin puting, yaitu RT 4 dan RT 6.

"Di RT 6 hanya tiga rumah yang rusak atapnya. Total dari dua RT itu ada 13 rumah. Bantuan sudah kami terima, cuma warga berkeinginan bantuan material bangunan," katanya.

Sementara itu, di RT 1 Desa Batibati, Kecamatan Batibati, angin kencang merusak sembilan rumah warga. Empat rumah mengalami kerusakan parah dan selebihnya rusak sedang.

Kepala Desa Batibati, H Musmulyadi menjelaskan kerusakan parah itu karena atap dan korbel rumah warganya dari asbes terbongkar dibawa angin puting.

"Kerugian ditaksir puluhan juta. Sudah ada rencana bantuan dari BPBD Pemerintah Kabupaten Tanahlaut," katanya. (*)

" />

Kini, Asmiah mengaku sudah menerima bantuan dari pemerintah berupa makanan, selimut dan terpal. Bantuan itu masih disimpan belum dipergunakan.

"Saya masih bisa tidur malam ini di kamar sebelah. Untungnya saya malam itu tidak berada di dapur. Angin kencang itu sekitar pukul 10 malam," ujarnya mengaku bekerja megambil upah membungkus gula pasir kiloan.

Di lingkungan tetangga Asmiah, ternyata ada 10 rumah yang terdampak angin kencang. Kerusakan yanv banyak hanya atap rumah terbang.

Kepala Desa Padang, H Norhibban, mengaku ada dua RT yang terkena musibah angin kencang yang diduga angin puting, yaitu RT 4 dan RT 6.

"Di RT 6 hanya tiga rumah yang rusak atapnya. Total dari dua RT itu ada 13 rumah. Bantuan sudah kami terima, cuma warga berkeinginan bantuan material bangunan," katanya.

Sementara itu, di RT 1 Desa Batibati, Kecamatan Batibati, angin kencang merusak sembilan rumah warga. Empat rumah mengalami kerusakan parah dan selebihnya rusak sedang.

Kepala Desa Batibati, H Musmulyadi menjelaskan kerusakan parah itu karena atap dan korbel rumah warganya dari asbes terbongkar dibawa angin puting.

"Kerugian ditaksir puluhan juta. Sudah ada rencana bantuan dari BPBD Pemerintah Kabupaten Tanahlaut," katanya. (*)

" />