Menurut Zamharir, lambatnya penanganan jalan nasional, khususnya Ir Sutami, karena keterbatasan anggaran. Sehingga, kata Zamharir, pihaknya menjadi cukup ketat dan selektif dalam penanganan jalan nasional.

"Tetap kami tangani, tetapi secara non segmen. Tidak kami lepaskan, tetapi kami tangani secara menyeluruh. Mulai dari Bakauheni sampai Ir Sutami itu. Ada sekitar 135 km," jelas Zamharir.

Zamharir menyebutkan, tidak ada target pasti dalam penyelesaian penanganan jalan nasional yang ada di Lampung. Karena, ucap Zamharir, tergantung kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah.

"Targetnya sesuai dengan dana yang ada. Karena kami tidak bisa memperkirakan. Misalnya seperti Jalan Lingkar Bandar Jaya itu. Kami sudah memperkirakan, harusnya selesai tahun ini. Tetapi kan tidak selesai. Tahun depan apa selesai? Ya belum tentu juga. Saya tidak bisa menjamin kapan harus selesai itu," tandas Zamharir.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri memastikan, bahwa KemenPU-Pera akan tetap memperhatikan perbaikan jalan nasional di Lampung, terutama Jalan Ir Sutami.

"Mereka (KemenPU-Pera) akan memperhatikanya. Dulu sudah ada duitnya namun terbatas, dan kini akan diperhatikan kembali. Tapi kan jalannya juga cukup panjang juga, sekitar 135 kilometer," kata Bachtiar, Senin (19/12).

Mantan Bupati Tulangbawang Barat tersebut menerima apa yang sudah dikerjakan oleh KemenPU-Pera.

"Artinya apa yang telah dikerjakan KemenPU-Pera saat ini kami terima. Yang penting mereka telah memperhatikan jalan nasional yang ada di Lampung. Masalah kecewa tidak kecewa, ya tidak ada. Sebab pemerintah ini antara daerah dengan pusat harus bersinergi, dan pemerintah daerah telah menyampaikan aspirasi," papar Bachtiar.

Di samping itu, lanjut Bachtiar, jalan Ir Sutami dulu merupakan jalan nasional dan diserahkan ke daerah. "Tapi karena daerah tidak mampu (memperbaiki) maka kini diserahkan kembali ke pusat," tandas Bachtiar.(val)

" />

Menurut Zamharir, lambatnya penanganan jalan nasional, khususnya Ir Sutami, karena keterbatasan anggaran. Sehingga, kata Zamharir, pihaknya menjadi cukup ketat dan selektif dalam penanganan jalan nasional.

"Tetap kami tangani, tetapi secara non segmen. Tidak kami lepaskan, tetapi kami tangani secara menyeluruh. Mulai dari Bakauheni sampai Ir Sutami itu. Ada sekitar 135 km," jelas Zamharir.

Zamharir menyebutkan, tidak ada target pasti dalam penyelesaian penanganan jalan nasional yang ada di Lampung. Karena, ucap Zamharir, tergantung kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah.

"Targetnya sesuai dengan dana yang ada. Karena kami tidak bisa memperkirakan. Misalnya seperti Jalan Lingkar Bandar Jaya itu. Kami sudah memperkirakan, harusnya selesai tahun ini. Tetapi kan tidak selesai. Tahun depan apa selesai? Ya belum tentu juga. Saya tidak bisa menjamin kapan harus selesai itu," tandas Zamharir.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri memastikan, bahwa KemenPU-Pera akan tetap memperhatikan perbaikan jalan nasional di Lampung, terutama Jalan Ir Sutami.

"Mereka (KemenPU-Pera) akan memperhatikanya. Dulu sudah ada duitnya namun terbatas, dan kini akan diperhatikan kembali. Tapi kan jalannya juga cukup panjang juga, sekitar 135 kilometer," kata Bachtiar, Senin (19/12).

Mantan Bupati Tulangbawang Barat tersebut menerima apa yang sudah dikerjakan oleh KemenPU-Pera.

"Artinya apa yang telah dikerjakan KemenPU-Pera saat ini kami terima. Yang penting mereka telah memperhatikan jalan nasional yang ada di Lampung. Masalah kecewa tidak kecewa, ya tidak ada. Sebab pemerintah ini antara daerah dengan pusat harus bersinergi, dan pemerintah daerah telah menyampaikan aspirasi," papar Bachtiar.

Di samping itu, lanjut Bachtiar, jalan Ir Sutami dulu merupakan jalan nasional dan diserahkan ke daerah. "Tapi karena daerah tidak mampu (memperbaiki) maka kini diserahkan kembali ke pusat," tandas Bachtiar.(val)

" />

Menurut Zamharir, lambatnya penanganan jalan nasional, khususnya Ir Sutami, karena keterbatasan anggaran. Sehingga, kata Zamharir, pihaknya menjadi cukup ketat dan selektif dalam penanganan jalan nasional.

"Tetap kami tangani, tetapi secara non segmen. Tidak kami lepaskan, tetapi kami tangani secara menyeluruh. Mulai dari Bakauheni sampai Ir Sutami itu. Ada sekitar 135 km," jelas Zamharir.

Zamharir menyebutkan, tidak ada target pasti dalam penyelesaian penanganan jalan nasional yang ada di Lampung. Karena, ucap Zamharir, tergantung kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah.

"Targetnya sesuai dengan dana yang ada. Karena kami tidak bisa memperkirakan. Misalnya seperti Jalan Lingkar Bandar Jaya itu. Kami sudah memperkirakan, harusnya selesai tahun ini. Tetapi kan tidak selesai. Tahun depan apa selesai? Ya belum tentu juga. Saya tidak bisa menjamin kapan harus selesai itu," tandas Zamharir.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri memastikan, bahwa KemenPU-Pera akan tetap memperhatikan perbaikan jalan nasional di Lampung, terutama Jalan Ir Sutami.

"Mereka (KemenPU-Pera) akan memperhatikanya. Dulu sudah ada duitnya namun terbatas, dan kini akan diperhatikan kembali. Tapi kan jalannya juga cukup panjang juga, sekitar 135 kilometer," kata Bachtiar, Senin (19/12).

Mantan Bupati Tulangbawang Barat tersebut menerima apa yang sudah dikerjakan oleh KemenPU-Pera.

"Artinya apa yang telah dikerjakan KemenPU-Pera saat ini kami terima. Yang penting mereka telah memperhatikan jalan nasional yang ada di Lampung. Masalah kecewa tidak kecewa, ya tidak ada. Sebab pemerintah ini antara daerah dengan pusat harus bersinergi, dan pemerintah daerah telah menyampaikan aspirasi," papar Bachtiar.

Di samping itu, lanjut Bachtiar, jalan Ir Sutami dulu merupakan jalan nasional dan diserahkan ke daerah. "Tapi karena daerah tidak mampu (memperbaiki) maka kini diserahkan kembali ke pusat," tandas Bachtiar.(val)

" />