Fransiskus mengatakan, saat memberikan uang tersebut tidak ada bukti transfer karena dicicil sebanyak enam kali.

Ia juga meyakini bahwa korban Nisa bukan hanya keluarganya, masih banyak korban lainnya.

"Aku udah kenal kali sama mukanya ini. Makanya saya berhenti di sana. Tadi aku langsung berhenti untuk menangkapnya, dan tadi ia berusaha untuk lari," katanya.

Pria yang berprofesi sebagai driver gojek ini menjelaskan beruntung saat hendak menangkap pelaku penipuan tersebut ia sedang tidak memiliki sewa.

Sehingga ia dengan leluasa bisa menagkap pelaku penipuan. 

Saat di lokasi, Fransiskus langsung menelpon anggota keluarganya untuk langsung datang ke lokasi.

Sementara Nisa mengatakan, ia sehari-hari hanya berprofesi sebagai pengemis. Ia biasa mengemis di simpang Pondok Kelapa. Nisa mengaku meneria uang ratusan juta itu.

"Memang gak ada kenalanku di Bank BRI. Cuma menawarkan pekerjaan aja. Jabatan pekerjaannya aku juga belum tahu, " ujarnya. (*)

" />

Fransiskus mengatakan, saat memberikan uang tersebut tidak ada bukti transfer karena dicicil sebanyak enam kali.

Ia juga meyakini bahwa korban Nisa bukan hanya keluarganya, masih banyak korban lainnya.

"Aku udah kenal kali sama mukanya ini. Makanya saya berhenti di sana. Tadi aku langsung berhenti untuk menangkapnya, dan tadi ia berusaha untuk lari," katanya.

Pria yang berprofesi sebagai driver gojek ini menjelaskan beruntung saat hendak menangkap pelaku penipuan tersebut ia sedang tidak memiliki sewa.

Sehingga ia dengan leluasa bisa menagkap pelaku penipuan. 

Saat di lokasi, Fransiskus langsung menelpon anggota keluarganya untuk langsung datang ke lokasi.

Sementara Nisa mengatakan, ia sehari-hari hanya berprofesi sebagai pengemis. Ia biasa mengemis di simpang Pondok Kelapa. Nisa mengaku meneria uang ratusan juta itu.

"Memang gak ada kenalanku di Bank BRI. Cuma menawarkan pekerjaan aja. Jabatan pekerjaannya aku juga belum tahu, " ujarnya. (*)

" />

Fransiskus mengatakan, saat memberikan uang tersebut tidak ada bukti transfer karena dicicil sebanyak enam kali.

Ia juga meyakini bahwa korban Nisa bukan hanya keluarganya, masih banyak korban lainnya.

"Aku udah kenal kali sama mukanya ini. Makanya saya berhenti di sana. Tadi aku langsung berhenti untuk menangkapnya, dan tadi ia berusaha untuk lari," katanya.

Pria yang berprofesi sebagai driver gojek ini menjelaskan beruntung saat hendak menangkap pelaku penipuan tersebut ia sedang tidak memiliki sewa.

Sehingga ia dengan leluasa bisa menagkap pelaku penipuan. 

Saat di lokasi, Fransiskus langsung menelpon anggota keluarganya untuk langsung datang ke lokasi.

Sementara Nisa mengatakan, ia sehari-hari hanya berprofesi sebagai pengemis. Ia biasa mengemis di simpang Pondok Kelapa. Nisa mengaku meneria uang ratusan juta itu.

"Memang gak ada kenalanku di Bank BRI. Cuma menawarkan pekerjaan aja. Jabatan pekerjaannya aku juga belum tahu, " ujarnya. (*)

" />