Jaksa juga menuntut Albar membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, jaksa tidak menuntut Albar membayar uang pengganti kerugian negara.

Itu karena Albar tidak menikmati uang korupsi sebesar Rp 4,5 miliar.

Menurut Sidrotul Akbar, uang hasil korupsi mengalir ke orang lain, yaitu Budi Rahmadi dan oknum Brimob Sulaiman.

Namun, Sulaiman sampai saat ini tidak menjadi tersangka

Albar Hasan Tanjung tidak terima dengan tuntutan jaksa, yang menuntutnya tujuh tahun penjara.

Albar merasa tidak bersalah dalam kasus korupsi land clearing Bandara Radin Inten II Lamsel.

Menurut Albar, tidak ada saksi yang menyebut namanya terlibat saat persidangan.

"Kalau kalian ikuti persidangan, tidak ada yang menyebut nama saya," ujar Albar Hasan Tanjung, usai persidangan.

Bahkan, Albar menilai tidak ada kerugian negara dalam perkara tersebut.

Albar mendasarkan pada keterangan ahli dari Universitas Gajah Mada, Agus Taufik.

Menurut Albar, ahli menyatakan tidak ada kerugian negara karena pengerjaan sudah sesuai volume.

"Kerugian negara itu berdasarkan hitungan BPKP, yang datanya dari penyidik. Ini kasus pesanan!" tegas Albar Hasan Tanjung.

Tetapi saat ditanyakan siapa orang yang memesan kasus tersebut, Albar mengaku tidak tahu.(*)

" />

Jaksa juga menuntut Albar membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, jaksa tidak menuntut Albar membayar uang pengganti kerugian negara.

Itu karena Albar tidak menikmati uang korupsi sebesar Rp 4,5 miliar.

Menurut Sidrotul Akbar, uang hasil korupsi mengalir ke orang lain, yaitu Budi Rahmadi dan oknum Brimob Sulaiman.

Namun, Sulaiman sampai saat ini tidak menjadi tersangka

Albar Hasan Tanjung tidak terima dengan tuntutan jaksa, yang menuntutnya tujuh tahun penjara.

Albar merasa tidak bersalah dalam kasus korupsi land clearing Bandara Radin Inten II Lamsel.

Menurut Albar, tidak ada saksi yang menyebut namanya terlibat saat persidangan.

"Kalau kalian ikuti persidangan, tidak ada yang menyebut nama saya," ujar Albar Hasan Tanjung, usai persidangan.

Bahkan, Albar menilai tidak ada kerugian negara dalam perkara tersebut.

Albar mendasarkan pada keterangan ahli dari Universitas Gajah Mada, Agus Taufik.

Menurut Albar, ahli menyatakan tidak ada kerugian negara karena pengerjaan sudah sesuai volume.

"Kerugian negara itu berdasarkan hitungan BPKP, yang datanya dari penyidik. Ini kasus pesanan!" tegas Albar Hasan Tanjung.

Tetapi saat ditanyakan siapa orang yang memesan kasus tersebut, Albar mengaku tidak tahu.(*)

" />

Jaksa juga menuntut Albar membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Dalam tuntutannya, jaksa tidak menuntut Albar membayar uang pengganti kerugian negara.

Itu karena Albar tidak menikmati uang korupsi sebesar Rp 4,5 miliar.

Menurut Sidrotul Akbar, uang hasil korupsi mengalir ke orang lain, yaitu Budi Rahmadi dan oknum Brimob Sulaiman.

Namun, Sulaiman sampai saat ini tidak menjadi tersangka

Albar Hasan Tanjung tidak terima dengan tuntutan jaksa, yang menuntutnya tujuh tahun penjara.

Albar merasa tidak bersalah dalam kasus korupsi land clearing Bandara Radin Inten II Lamsel.

Menurut Albar, tidak ada saksi yang menyebut namanya terlibat saat persidangan.

"Kalau kalian ikuti persidangan, tidak ada yang menyebut nama saya," ujar Albar Hasan Tanjung, usai persidangan.

Bahkan, Albar menilai tidak ada kerugian negara dalam perkara tersebut.

Albar mendasarkan pada keterangan ahli dari Universitas Gajah Mada, Agus Taufik.

Menurut Albar, ahli menyatakan tidak ada kerugian negara karena pengerjaan sudah sesuai volume.

"Kerugian negara itu berdasarkan hitungan BPKP, yang datanya dari penyidik. Ini kasus pesanan!" tegas Albar Hasan Tanjung.

Tetapi saat ditanyakan siapa orang yang memesan kasus tersebut, Albar mengaku tidak tahu.(*)

" />