Gempa dirasakan pertama kali saat atap seng masjid di bawah kubah runtuh. Para santri langsung bergegas meminta teman-temannya untuk lari ke lokasi yang aman.

Pondok Pesantren MUDI itu memiliki 5000 santri dengan 650 tenaga guru. Sebanyak 120 santri mengalami luka-luka.

"Yang luka-luka ringan kami evakuasi ke Puskesmas terdekat di antara mereka ada lima orang yang luka berat dan masih dirawat di rumah sakit kabupaten," kata Said.(*)

 

" />

Gempa dirasakan pertama kali saat atap seng masjid di bawah kubah runtuh. Para santri langsung bergegas meminta teman-temannya untuk lari ke lokasi yang aman.

Pondok Pesantren MUDI itu memiliki 5000 santri dengan 650 tenaga guru. Sebanyak 120 santri mengalami luka-luka.

"Yang luka-luka ringan kami evakuasi ke Puskesmas terdekat di antara mereka ada lima orang yang luka berat dan masih dirawat di rumah sakit kabupaten," kata Said.(*)

 

" />

Gempa dirasakan pertama kali saat atap seng masjid di bawah kubah runtuh. Para santri langsung bergegas meminta teman-temannya untuk lari ke lokasi yang aman.

Pondok Pesantren MUDI itu memiliki 5000 santri dengan 650 tenaga guru. Sebanyak 120 santri mengalami luka-luka.

"Yang luka-luka ringan kami evakuasi ke Puskesmas terdekat di antara mereka ada lima orang yang luka berat dan masih dirawat di rumah sakit kabupaten," kata Said.(*)

 

" />