Tak sedikit para penikmat hari bebas kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut, menghentikan langkahnya untuk menyaksikan sejenak tujuh personel kelompok musik tersebut memainkan sebuah aransemen musik karyanya.

Kelompok musik tersebut menggunakan hanya menggunakan barang-barang bekas menjadi alat-alat musik pukul, di antarnaya: galon bekas, velg bekas, panci bekas, tong sampah bekas, kaleng, dan rantang bekas.

Menurut perwakilan kelompok musik tersebut, Gilang, para anggota kelompok musik merupakan teman-teman kuliah semua.

Mereka mengumpulkan barang-barang bekas tersebut secara sukarela dari rumah mereka masing-masing, lalu dimainkan bersama.

Hingga saat ini belum ada karya mereka yang diberikan judul. Mereka bermain baru sebatas ngejam (aransemen musik seketika).

"Jadi kami di sini adalah Kresipa. Kresipa itu adalah Kreasi Musik Sampah. Kemudian kami di sini itu barang-barangnya ada seperti: galon, kaleng, juga ada piring-piring bekas," kata Gilang.

"Kalau untuk judul sendiri sebenernya nggak ada. Jadi kita itu improve sendiri, nyari-nyari pola sendiri cocoknya seperti apa? Kemudian digabungin seperti apa? Gitu," tambah Gilang.(*)

 

" />

Tak sedikit para penikmat hari bebas kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut, menghentikan langkahnya untuk menyaksikan sejenak tujuh personel kelompok musik tersebut memainkan sebuah aransemen musik karyanya.

Kelompok musik tersebut menggunakan hanya menggunakan barang-barang bekas menjadi alat-alat musik pukul, di antarnaya: galon bekas, velg bekas, panci bekas, tong sampah bekas, kaleng, dan rantang bekas.

Menurut perwakilan kelompok musik tersebut, Gilang, para anggota kelompok musik merupakan teman-teman kuliah semua.

Mereka mengumpulkan barang-barang bekas tersebut secara sukarela dari rumah mereka masing-masing, lalu dimainkan bersama.

Hingga saat ini belum ada karya mereka yang diberikan judul. Mereka bermain baru sebatas ngejam (aransemen musik seketika).

"Jadi kami di sini adalah Kresipa. Kresipa itu adalah Kreasi Musik Sampah. Kemudian kami di sini itu barang-barangnya ada seperti: galon, kaleng, juga ada piring-piring bekas," kata Gilang.

"Kalau untuk judul sendiri sebenernya nggak ada. Jadi kita itu improve sendiri, nyari-nyari pola sendiri cocoknya seperti apa? Kemudian digabungin seperti apa? Gitu," tambah Gilang.(*)

 

" />

Tak sedikit para penikmat hari bebas kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut, menghentikan langkahnya untuk menyaksikan sejenak tujuh personel kelompok musik tersebut memainkan sebuah aransemen musik karyanya.

Kelompok musik tersebut menggunakan hanya menggunakan barang-barang bekas menjadi alat-alat musik pukul, di antarnaya: galon bekas, velg bekas, panci bekas, tong sampah bekas, kaleng, dan rantang bekas.

Menurut perwakilan kelompok musik tersebut, Gilang, para anggota kelompok musik merupakan teman-teman kuliah semua.

Mereka mengumpulkan barang-barang bekas tersebut secara sukarela dari rumah mereka masing-masing, lalu dimainkan bersama.

Hingga saat ini belum ada karya mereka yang diberikan judul. Mereka bermain baru sebatas ngejam (aransemen musik seketika).

"Jadi kami di sini adalah Kresipa. Kresipa itu adalah Kreasi Musik Sampah. Kemudian kami di sini itu barang-barangnya ada seperti: galon, kaleng, juga ada piring-piring bekas," kata Gilang.

"Kalau untuk judul sendiri sebenernya nggak ada. Jadi kita itu improve sendiri, nyari-nyari pola sendiri cocoknya seperti apa? Kemudian digabungin seperti apa? Gitu," tambah Gilang.(*)

 

" />