Sejak semalam berada di panti, Novi mengaku tak sadar ada dimana. Dia pun lebih banyak menutup mulut. Dia baru sadar ada di panti kedoya saat pagi tadi.

Novi mengaku terakhir keluar dari rumah kosnya pada Rabu (7/12) dini hari. Dia kemudian pergi ke beberapa diskotek bersama teman-temannya.

Dia lalu lupa segalanya. Apa yang ia kerjakan di Rabu malam dan Kamis siang tak ia ingat lagi.

"Saya lupa semuanya," ucap Novi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, sore tadi. Bahkan dia lupa diskotek mana saja yang didatanginya.

Yang diingatnya hanya keributan terakhir  di taman yang membuatnya dibawa ke Panti Kedoya. Saat itu keributan terjadi dengan salah satu teman laki-lakinya.

"Waktu itu saya tak mau pulang ke kos, lalu dipaksa, makanya jadi marah dan teriak-teriak," ujar Novi.

Saat ini Novi mengaku belum sembuh dari insomnia yang ia derita sejak 6 tahun lalu.

Dia sudah meminum berbagai obat-obatan sampai pernah direhabilitas di RSKO.

Sekarang dia memilih diet dan minum obat untuk menyembuhkan insomnia. Tapi tak juga sembuh. Tubuhnya justru mengurus.

Setiap hari kini Novi hanya tidur 3 jam. "Saya paling baru bisa tidur itu jam sembilan pagi, lalu jam dua belas siang bangun dan beraktifitas," kata Novi.

Sementara sepanjang malam, dia membunuh waktu dengan cara membuka media sosial dan mendengarkan musik.

Kepala PSBI Kedoya, Masyudi, mengatakan, Novi akan segera dipulangkan setelah seluruh urusan administrasi selesai.

"Disini bukan tempat untuk dia. Dia kan punya pekerjaan dan tempat tinggal," kata Masyudi kepada Wartawan, termasuk Wartakotalive.com.(ote)

" />

Sejak semalam berada di panti, Novi mengaku tak sadar ada dimana. Dia pun lebih banyak menutup mulut. Dia baru sadar ada di panti kedoya saat pagi tadi.

Novi mengaku terakhir keluar dari rumah kosnya pada Rabu (7/12) dini hari. Dia kemudian pergi ke beberapa diskotek bersama teman-temannya.

Dia lalu lupa segalanya. Apa yang ia kerjakan di Rabu malam dan Kamis siang tak ia ingat lagi.

"Saya lupa semuanya," ucap Novi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, sore tadi. Bahkan dia lupa diskotek mana saja yang didatanginya.

Yang diingatnya hanya keributan terakhir  di taman yang membuatnya dibawa ke Panti Kedoya. Saat itu keributan terjadi dengan salah satu teman laki-lakinya.

"Waktu itu saya tak mau pulang ke kos, lalu dipaksa, makanya jadi marah dan teriak-teriak," ujar Novi.

Saat ini Novi mengaku belum sembuh dari insomnia yang ia derita sejak 6 tahun lalu.

Dia sudah meminum berbagai obat-obatan sampai pernah direhabilitas di RSKO.

Sekarang dia memilih diet dan minum obat untuk menyembuhkan insomnia. Tapi tak juga sembuh. Tubuhnya justru mengurus.

Setiap hari kini Novi hanya tidur 3 jam. "Saya paling baru bisa tidur itu jam sembilan pagi, lalu jam dua belas siang bangun dan beraktifitas," kata Novi.

Sementara sepanjang malam, dia membunuh waktu dengan cara membuka media sosial dan mendengarkan musik.

Kepala PSBI Kedoya, Masyudi, mengatakan, Novi akan segera dipulangkan setelah seluruh urusan administrasi selesai.

"Disini bukan tempat untuk dia. Dia kan punya pekerjaan dan tempat tinggal," kata Masyudi kepada Wartawan, termasuk Wartakotalive.com.(ote)

" />

Sejak semalam berada di panti, Novi mengaku tak sadar ada dimana. Dia pun lebih banyak menutup mulut. Dia baru sadar ada di panti kedoya saat pagi tadi.

Novi mengaku terakhir keluar dari rumah kosnya pada Rabu (7/12) dini hari. Dia kemudian pergi ke beberapa diskotek bersama teman-temannya.

Dia lalu lupa segalanya. Apa yang ia kerjakan di Rabu malam dan Kamis siang tak ia ingat lagi.

"Saya lupa semuanya," ucap Novi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, sore tadi. Bahkan dia lupa diskotek mana saja yang didatanginya.

Yang diingatnya hanya keributan terakhir  di taman yang membuatnya dibawa ke Panti Kedoya. Saat itu keributan terjadi dengan salah satu teman laki-lakinya.

"Waktu itu saya tak mau pulang ke kos, lalu dipaksa, makanya jadi marah dan teriak-teriak," ujar Novi.

Saat ini Novi mengaku belum sembuh dari insomnia yang ia derita sejak 6 tahun lalu.

Dia sudah meminum berbagai obat-obatan sampai pernah direhabilitas di RSKO.

Sekarang dia memilih diet dan minum obat untuk menyembuhkan insomnia. Tapi tak juga sembuh. Tubuhnya justru mengurus.

Setiap hari kini Novi hanya tidur 3 jam. "Saya paling baru bisa tidur itu jam sembilan pagi, lalu jam dua belas siang bangun dan beraktifitas," kata Novi.

Sementara sepanjang malam, dia membunuh waktu dengan cara membuka media sosial dan mendengarkan musik.

Kepala PSBI Kedoya, Masyudi, mengatakan, Novi akan segera dipulangkan setelah seluruh urusan administrasi selesai.

"Disini bukan tempat untuk dia. Dia kan punya pekerjaan dan tempat tinggal," kata Masyudi kepada Wartawan, termasuk Wartakotalive.com.(ote)

" />