Pencurian kotak amal tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 2 Desember 2016 silam pukul 03.30 Wita.

IMR warga asal Wonogiri Jawa Tengah tersebut mengaku karena kebutuhan hidup ia mencuri isi kotak amal tersebut.

Kompol Wayan Sumara lebih lanjut menyampaikan kerugian pihak masjid yakni Rp 305 ribu.

"IMR ini sudah melakukan pencurian kotak amal tersebut di TKP yang sama sebanyak tujuh kali. Ia sudah berkali-kali melakukan pencurian itu," tambahnya.

Pihak masjid baru mengetahui perihal pencurian kotak amal tersebut pada tanggal 2 Desember 2016 dan langsung melaporkannya ke Polsek Kuta.

IMR ditangkap di TKP saat sedang menghitung uang dari dalam kotak amal tersebut sekira pukul 04.00 Wita lebih.

Dijelaskannya, barang bukti yang di sita dari pelaku yakni sebuah kotak amal terbuat dari kayu, uang tunai Rp. 305 ribu, obeng, lampu senter, 22 anak kunci dan sebuah sarung.

Pelaku dikenakan pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.(*)

" />

Pencurian kotak amal tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 2 Desember 2016 silam pukul 03.30 Wita.

IMR warga asal Wonogiri Jawa Tengah tersebut mengaku karena kebutuhan hidup ia mencuri isi kotak amal tersebut.

Kompol Wayan Sumara lebih lanjut menyampaikan kerugian pihak masjid yakni Rp 305 ribu.

"IMR ini sudah melakukan pencurian kotak amal tersebut di TKP yang sama sebanyak tujuh kali. Ia sudah berkali-kali melakukan pencurian itu," tambahnya.

Pihak masjid baru mengetahui perihal pencurian kotak amal tersebut pada tanggal 2 Desember 2016 dan langsung melaporkannya ke Polsek Kuta.

IMR ditangkap di TKP saat sedang menghitung uang dari dalam kotak amal tersebut sekira pukul 04.00 Wita lebih.

Dijelaskannya, barang bukti yang di sita dari pelaku yakni sebuah kotak amal terbuat dari kayu, uang tunai Rp. 305 ribu, obeng, lampu senter, 22 anak kunci dan sebuah sarung.

Pelaku dikenakan pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.(*)

" />

Pencurian kotak amal tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 2 Desember 2016 silam pukul 03.30 Wita.

IMR warga asal Wonogiri Jawa Tengah tersebut mengaku karena kebutuhan hidup ia mencuri isi kotak amal tersebut.

Kompol Wayan Sumara lebih lanjut menyampaikan kerugian pihak masjid yakni Rp 305 ribu.

"IMR ini sudah melakukan pencurian kotak amal tersebut di TKP yang sama sebanyak tujuh kali. Ia sudah berkali-kali melakukan pencurian itu," tambahnya.

Pihak masjid baru mengetahui perihal pencurian kotak amal tersebut pada tanggal 2 Desember 2016 dan langsung melaporkannya ke Polsek Kuta.

IMR ditangkap di TKP saat sedang menghitung uang dari dalam kotak amal tersebut sekira pukul 04.00 Wita lebih.

Dijelaskannya, barang bukti yang di sita dari pelaku yakni sebuah kotak amal terbuat dari kayu, uang tunai Rp. 305 ribu, obeng, lampu senter, 22 anak kunci dan sebuah sarung.

Pelaku dikenakan pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.(*)

" />