Saat ini polisi mengarahkan penyiraman air keras itu ke dalam tindak pidana pembunuhan berencana. Unsurnya masuk.

Sebelum aksi penyiraman, Rio cemburu karena kerap memergoki istrinya berboncengan motor dengan pria lain.

Rio pun kerap membuntuti istrinya di media sosial Facebook dan melihat ada foto sang istri dengan pria yang kerap memboncengnya itu.

Dia kemudian mengaku sudah membuntuti istrinya sejak pagi hari pada Kamis (24/11) lalu, ketika peristiwa terjadi.

Sekitar pukul 13.00 di hari itu, Rio berhenti membuntuti istrinya, lalu pergi membeli 2,5 liter cairan asam sulfat di kawasan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dia kemudian kembali membuntuti istrinya. Datang ke rumahnya di gang sempit, lalu menunggu agak jauh.

Sementara motor milik Rio diparkir di depan gang, tak jauh dari lokasi penyiraman.

"Motor sengaja ditaruh disana agar mudah melarikan diri," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Polda L Gaol kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, usai jumpa pers, petang tadi.

Pelaku kemudian menunggu korban keluar dari rumah berjam-jam. Istrinya baru keluar dari rumah sekitar pukul 21.45.

Rio keluar dari tempatnya bersembunyi, mengikuti istrinya yang berjalan cepat dari belakang.

Di depan gang sang istri menghentikan sebuah angkutan umum kosong, lalu naik.

Rio berlari dan menyiram air keras itu ke dalam angkutan umum. Istrinya tersiram air keras itu. Rio lalu kabur.

"Sopir angkutan umumnya juga kena air keras itu, tapi tak banyak," kata Poltar.

Poltar menjelaskan bahwa sebenarnya motif penyiraman air keras itu belum jelas. Segalanya masih berdasarkan keterangan pelaku.

"Kami akan dalami lagi motifnya. Sebab korban meninggal," kata Poltar.

Selanjutnya pihaknya akan mencari pria yang dicemburui oleh sang Rio, lalu meminta keterangannya. Apakah memang benar ada pria itu atau tidak.(ote)

" />

Saat ini polisi mengarahkan penyiraman air keras itu ke dalam tindak pidana pembunuhan berencana. Unsurnya masuk.

Sebelum aksi penyiraman, Rio cemburu karena kerap memergoki istrinya berboncengan motor dengan pria lain.

Rio pun kerap membuntuti istrinya di media sosial Facebook dan melihat ada foto sang istri dengan pria yang kerap memboncengnya itu.

Dia kemudian mengaku sudah membuntuti istrinya sejak pagi hari pada Kamis (24/11) lalu, ketika peristiwa terjadi.

Sekitar pukul 13.00 di hari itu, Rio berhenti membuntuti istrinya, lalu pergi membeli 2,5 liter cairan asam sulfat di kawasan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dia kemudian kembali membuntuti istrinya. Datang ke rumahnya di gang sempit, lalu menunggu agak jauh.

Sementara motor milik Rio diparkir di depan gang, tak jauh dari lokasi penyiraman.

"Motor sengaja ditaruh disana agar mudah melarikan diri," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Polda L Gaol kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, usai jumpa pers, petang tadi.

Pelaku kemudian menunggu korban keluar dari rumah berjam-jam. Istrinya baru keluar dari rumah sekitar pukul 21.45.

Rio keluar dari tempatnya bersembunyi, mengikuti istrinya yang berjalan cepat dari belakang.

Di depan gang sang istri menghentikan sebuah angkutan umum kosong, lalu naik.

Rio berlari dan menyiram air keras itu ke dalam angkutan umum. Istrinya tersiram air keras itu. Rio lalu kabur.

"Sopir angkutan umumnya juga kena air keras itu, tapi tak banyak," kata Poltar.

Poltar menjelaskan bahwa sebenarnya motif penyiraman air keras itu belum jelas. Segalanya masih berdasarkan keterangan pelaku.

"Kami akan dalami lagi motifnya. Sebab korban meninggal," kata Poltar.

Selanjutnya pihaknya akan mencari pria yang dicemburui oleh sang Rio, lalu meminta keterangannya. Apakah memang benar ada pria itu atau tidak.(ote)

" />

Saat ini polisi mengarahkan penyiraman air keras itu ke dalam tindak pidana pembunuhan berencana. Unsurnya masuk.

Sebelum aksi penyiraman, Rio cemburu karena kerap memergoki istrinya berboncengan motor dengan pria lain.

Rio pun kerap membuntuti istrinya di media sosial Facebook dan melihat ada foto sang istri dengan pria yang kerap memboncengnya itu.

Dia kemudian mengaku sudah membuntuti istrinya sejak pagi hari pada Kamis (24/11) lalu, ketika peristiwa terjadi.

Sekitar pukul 13.00 di hari itu, Rio berhenti membuntuti istrinya, lalu pergi membeli 2,5 liter cairan asam sulfat di kawasan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dia kemudian kembali membuntuti istrinya. Datang ke rumahnya di gang sempit, lalu menunggu agak jauh.

Sementara motor milik Rio diparkir di depan gang, tak jauh dari lokasi penyiraman.

"Motor sengaja ditaruh disana agar mudah melarikan diri," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Polda L Gaol kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, usai jumpa pers, petang tadi.

Pelaku kemudian menunggu korban keluar dari rumah berjam-jam. Istrinya baru keluar dari rumah sekitar pukul 21.45.

Rio keluar dari tempatnya bersembunyi, mengikuti istrinya yang berjalan cepat dari belakang.

Di depan gang sang istri menghentikan sebuah angkutan umum kosong, lalu naik.

Rio berlari dan menyiram air keras itu ke dalam angkutan umum. Istrinya tersiram air keras itu. Rio lalu kabur.

"Sopir angkutan umumnya juga kena air keras itu, tapi tak banyak," kata Poltar.

Poltar menjelaskan bahwa sebenarnya motif penyiraman air keras itu belum jelas. Segalanya masih berdasarkan keterangan pelaku.

"Kami akan dalami lagi motifnya. Sebab korban meninggal," kata Poltar.

Selanjutnya pihaknya akan mencari pria yang dicemburui oleh sang Rio, lalu meminta keterangannya. Apakah memang benar ada pria itu atau tidak.(ote)

" />