"Saya mendengar, bahwa satu hari 43 remaja itu meninggal, mati karena narkoba. (Ini dibutuhkan) suatu Undang Undang yang lebih keras lagi untuk narkoba ini," tutur Wiranto.

Selain itu, Wiranto juga menjelaskan, bahwa bisnis narkoba sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, menurutnya banyak orang yang mau mengambil jalan pintas untuk cepat kaya dengan cara menjadi bandar narkoba.

"Duitnya mudah, ya kan. Satu pil tadi dijual lima ratus ribu (Rupiah), satu pil. Berapa ribu, berapa juta pil yang bisa dihasilkan setiap hari?" ucap Wiranto.

"Mudah cari uang, nggak peduli hasilnya seperti apa, akibat seperti apa? nggak peduli. Tapi yang menanggung itu adalah satu generasi," tambah Wiranto.(*)

" />

"Saya mendengar, bahwa satu hari 43 remaja itu meninggal, mati karena narkoba. (Ini dibutuhkan) suatu Undang Undang yang lebih keras lagi untuk narkoba ini," tutur Wiranto.

Selain itu, Wiranto juga menjelaskan, bahwa bisnis narkoba sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, menurutnya banyak orang yang mau mengambil jalan pintas untuk cepat kaya dengan cara menjadi bandar narkoba.

"Duitnya mudah, ya kan. Satu pil tadi dijual lima ratus ribu (Rupiah), satu pil. Berapa ribu, berapa juta pil yang bisa dihasilkan setiap hari?" ucap Wiranto.

"Mudah cari uang, nggak peduli hasilnya seperti apa, akibat seperti apa? nggak peduli. Tapi yang menanggung itu adalah satu generasi," tambah Wiranto.(*)

" />

"Saya mendengar, bahwa satu hari 43 remaja itu meninggal, mati karena narkoba. (Ini dibutuhkan) suatu Undang Undang yang lebih keras lagi untuk narkoba ini," tutur Wiranto.

Selain itu, Wiranto juga menjelaskan, bahwa bisnis narkoba sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, menurutnya banyak orang yang mau mengambil jalan pintas untuk cepat kaya dengan cara menjadi bandar narkoba.

"Duitnya mudah, ya kan. Satu pil tadi dijual lima ratus ribu (Rupiah), satu pil. Berapa ribu, berapa juta pil yang bisa dihasilkan setiap hari?" ucap Wiranto.

"Mudah cari uang, nggak peduli hasilnya seperti apa, akibat seperti apa? nggak peduli. Tapi yang menanggung itu adalah satu generasi," tambah Wiranto.(*)

" />