Presiden Jokowi merasa bahwa barang bukti yang didapatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari hasil penangkapan selama dua bulan, menunjukka bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih dalam tingkat bahaya.

Oleh sebab itu Presiden Jokowi menegaskan kembali perang terhadap narkoba dan meminta Kepala BNN, Budi Waseso untuk sungguh-sungguh memperhatikan perbandingan antara kematian korban narkoba dengan kematian bandar/pengedar narkoba.

"Sekali lagi saya sampaikan, lima belas ribu generasi muda kita mati tiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar/bandar yang mati setiap tahunnya? Ini untuk Kepala BNN," kata Presiden Jokowi.

"Supaya dibandingkan lima belas ribu generasi muda kita yang mati karena narkoba dan berapa pengedar dan bandar narkoba yang mati setiap tahunnya? tolong ini diberikan garis bawah," tutur Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui, selama dua bulan penangkapan, BNN berhasil menyita barang bukti narkoba, di antaranya: sabu kurang lebih sebesar 445 kilogram, ganja 442 kilogram, dan ratusan ribu pil ekstasi.(*)

 

" />

Presiden Jokowi merasa bahwa barang bukti yang didapatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari hasil penangkapan selama dua bulan, menunjukka bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih dalam tingkat bahaya.

Oleh sebab itu Presiden Jokowi menegaskan kembali perang terhadap narkoba dan meminta Kepala BNN, Budi Waseso untuk sungguh-sungguh memperhatikan perbandingan antara kematian korban narkoba dengan kematian bandar/pengedar narkoba.

"Sekali lagi saya sampaikan, lima belas ribu generasi muda kita mati tiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar/bandar yang mati setiap tahunnya? Ini untuk Kepala BNN," kata Presiden Jokowi.

"Supaya dibandingkan lima belas ribu generasi muda kita yang mati karena narkoba dan berapa pengedar dan bandar narkoba yang mati setiap tahunnya? tolong ini diberikan garis bawah," tutur Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui, selama dua bulan penangkapan, BNN berhasil menyita barang bukti narkoba, di antaranya: sabu kurang lebih sebesar 445 kilogram, ganja 442 kilogram, dan ratusan ribu pil ekstasi.(*)

 

" />

Presiden Jokowi merasa bahwa barang bukti yang didapatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari hasil penangkapan selama dua bulan, menunjukka bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih dalam tingkat bahaya.

Oleh sebab itu Presiden Jokowi menegaskan kembali perang terhadap narkoba dan meminta Kepala BNN, Budi Waseso untuk sungguh-sungguh memperhatikan perbandingan antara kematian korban narkoba dengan kematian bandar/pengedar narkoba.

"Sekali lagi saya sampaikan, lima belas ribu generasi muda kita mati tiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar/bandar yang mati setiap tahunnya? Ini untuk Kepala BNN," kata Presiden Jokowi.

"Supaya dibandingkan lima belas ribu generasi muda kita yang mati karena narkoba dan berapa pengedar dan bandar narkoba yang mati setiap tahunnya? tolong ini diberikan garis bawah," tutur Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui, selama dua bulan penangkapan, BNN berhasil menyita barang bukti narkoba, di antaranya: sabu kurang lebih sebesar 445 kilogram, ganja 442 kilogram, dan ratusan ribu pil ekstasi.(*)

 

" />